Cara Alloh Menguji Iman dan Imun Kita di Masa Pandemi

Notulensi Kelas Sabil@ WhatsApp

Hari, tanggal : Jumat, 24 Juli 2020

jam 15.30-17.00 WIB

Narasumber : Ustadzah Ori Nako

Moderator:

Bismillahirrahmanirrahim  ….Innalhamdalillah nahmaduhu wanasta’inuwanastaghfiruhu wana’udzubillahi min syuruuri anfusinaa wamin sayyiaati a’maalina. Man yahdillah falaa mudhillalahu wamai yudhillhu falaa haadiyalahu. Asyhadu Ala illaa haillahllah wa assahadu anna muhammdanrrosululllah..

Segala puji bagi Allah,  yang telah memberikan  nikmat islam dan iman sehingga kita bisa menjadi bagian dari kebaikan hari ini dalam menuntut ilmu..

Sholawat dan salam teruntuk nabiyullah Muhammad SAW, suri tauladan terbaik sepanjang masa,  semoga kita adalah umat yang akan mendapatkan syafaatnya.. Aamiin Allohumma Aamiin..

Yang kami hormati Ustadzah Orinako, Yang kami sayangi, ibu-ibu  dan teman-teman  muslimah yang shalihah ,..

Seperti yg kita ketahui  bersama, ini adalah kajian perdana kita,  maka izinkan saya menyampaikan kembali selamat datang /Ahlan wa sahlan  untuk ibu2 dan teman2 yang baru saja bergabung melalui link..

Semoga Allah berkahi tempat ini dan rahmat ilmu yg akan kita kaji

Selanjutnya  izinkan saya menyampaikan  susunan acara pada sore hari ini :

  • pembukaan
  • penyampaian materi
  • sesi diskusi
  • penutup

Tidak berpanjang  lebar.. Untuk acara pembukaan, mari kita buka kajian kita sore ini dengan sama-sama membaca basmallah  dan dilanjutkan  Al fatihah..

Alhamdulillah, Kajian kita kali ini akan diisi oleh seorang ustadzah yang mungkin sudah ada beberapa teman2 yang sudah mengenal beliau atau pernah mengikuti kajian beliau..

Beliau adalah ustadzah Orinako 😇, seorang ibu dari 2 putri, yang lahir pada 5 juni 1971,  dan saat ini beliau tinggal di Jln Bengawan Solo 37, Mojo, Pasar Kliwon,  Surakarta.

Beliau adalah:

  • ketua majelis Ta’lim Nur Karimah dan
  • ketua yayasan Insan Mulia Surakarta

Adapun  materi yang akan disampaikan pada hari ini adalah ” Cara Allah menguji Iman dan Imun kita di Era Pandemi. ” Selanjutnya, kami persilahkan kepada utadzah Orinako untuk menyampaikan materi kajian hari ini,,, monggo ustadzah waktu dan tempat kami persilahkan,,

Narasumber:

Asssalaamu’alaikum warohmatullahi wabarokatuh

Bismillahirrahmanirrahim. Ba’da tahmid dan salam. Salam kenal nggih ibu2 dan mbak2 sekalian. Smg semua dlm keadaan bahagia dan sehat selalu. Hari ini saya mendapat Amanah utk menyampaikan kajian dengan tema: Cara Allah Menguji iman dan imun kita di era pandemic.

Kalau kita baca surat 67: 2 tadi, kita akan paham bahwa sebenarnya hidup ini adalah ujian untuk kita. Al Quran menggambarkan bahwa setiap nabi mendapatkan ujiannya masing masing dengan berbagai bentuk. Bentuk bentuk ujian itu seperti yang Allah gambarkan dalam qs 2 : 155 bisa berupa kekurangan harta, jiwa, kelaparan dsb. Maka pandemi covid 19 ini pun harus kita yakini sebagai bentuk ujian dalam kehidupan.

Pandemi covid 19 adalah ujian dr Allah yg sangat unik karena mengenai hampir seluruh umat manusia di muka bumi, muslim kafir, tua muda, kaya miskin, semua kena efeknya dan efeknya yang bermula dari hanya di sisi kesehatan ternyata merambah ke berbagai sisi kehidupan, mulai dari sisi pendidikan, hubungan sosial diantara anggota keluarga dan masyarakat, ekonomi bahkan sampai ke sisi politik.

Kalau kita mau mengeluh, akan banyak sekali hal yang bisa kita keluhkan. Tapi Allah sudah memberikan resep kepada kita di dalam Al Quran ketika kita mendapatkan ujian. Di dalam QS 2: 155 lanjutan tentang bentuk ujian yang Allah berikan, Allah perintahkan kita bersabar untuk menghadapi ujian tersebut dan mengucapkan Inna lillahi wa inna ilaihi rojiun. Mengembalikan semua yang diberikan hanya kepada Allah

Ujian pandemi ini adalah ujian keimanan juga untuk kita . pertama ujian untuk meyakini bahwa ini memang takdir terbaik dari Allah. Berapa banyak kita melihat orang mengeluhkan, menyalahkan pandemi covid sebagai penyebab berbagai masalah. smg kita termasuk orang yang demikian karena itu berarti kita tidak mempercayai takdir Allah. Tugas kita adalah mencari hikmah yang sebanyak banyaknya dari musibah ini. Pandemik ini juga menguji kesabaran kita. Kita lihat saja banyak orang yang tidak sabar utk tetap ada di dalam rumah, atau tidak sabar dengan kondisi keuangan yang semakin melemah atau semakin tidak sabar dengan kondisi anak2 di rumah.

Ketawakkalan kita juga diuji. Bagaimana dengan kondisi yang semakin memburuk ini kita punya keyakinan penuh bahwa Allah akan menyelesaikan ujian ini, akan tetap menurunkan rizki ketika banyak pintu rizki kita ditutup.

Ibu2 dan mbak2 sekalian, seperti virus covid yang datang dan kemudian menyerang orang yang tidak punya imunitas dalam tubuh, maka saya mengajak diri saya dan penjenengan semua untuk meningkatkan imunitas keimanan kita agar kita bisa melewati ujian yang Allah berikan kepada kita. Wallahu a’lam bisshowab.Insya Allah ini yang bisa sampaikan

Tanya Jawab :

Q1 :

Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Saya Ibu Weni dari Karangasem Surakarta. Ada yang berpendapat bahwa virus covid 19 itu dibikin oleh manusia dari suatu negara dengan maksud dan tujuan tertentu. Menurut ustadzah, benarkah demikian? Ataukah virus ini memang dari Allah sebagai bentuk ujian akibat tingkah polah manusia yang sudah melampaui batas? Mohon penjelasannya. Jazakumullah.

A1 :

2 minggu lalu sy sempat ikut beberapa seminar ttg covid ini, sampai di kesimpulan sebenarnya virus ini sudah ada sejak lama, mungkin kita pernah dengan sars, mars, flu burung, covid ini bentukan lain dr virus tersebut. Munculnya di China pertama kali di pasar yang memang menjual berbagai macam binatang dan covid ini dari virus yang ada di kelelawar yang dijual disana.

Bahwa virus ini diberikan Allah sebagai bentuk ujian atas segala tingkah laku manusia adalah salah satu hikmah yang bisa kita ambil dari ujian ini. Mengaten bu atau mbak Weni.

Q2:

Njih Ust.. Materi ini boleh saya share ke grup lain ya Ust? Kebetulan saya punya grup pengajian remaja putri (FKRS Banyuanyar)

A2:

Monggo saya serahkan ke panitia. untuk saya pribadi tidak masalah. Barokallah mbak Ummik smg pengajian putrinya tetap eksis di tengah pandemi ini. Materi boleh dishare dengan tidak melakukan perubahan atau menghilangkan logo salimah njih mbak ummik. Semoga bermanfaat ilmunya

Q3:

  1. Bagaimana menghadapi anak yang aktif dan di lingkungan yang sebaya suka main
  2. Bagaimana meningkatkan kesabaran mendidik anak tantrum dan 3 balita

A3:

Alhamdulillah ketika kita punya anak yang aktif, artinya dia sehat. Asalkan protokol kesehatan ketika main dijalankan dan tidak berkerumun insya Allah tidak masalah. Dan yang paling penting ketika pulang segera mandi, ganti baju agar tidak virus yang masuk ke rumah kita. Untuk anak tantrum sepertinya butuh waktu dan pembahasan sendiri nggih bu Nitha karena ada banyak aspek yang perlu dibahas. Semoga Kajian Salimah suatu saat bisa memfasilitasinya.

Q4:

Ustadzah orinako.. bacaan apa yg shrusnya kita bca.. saat kita mndptkn ujian & cbaan yg bertubi tubi.. ?

A4:

Mbak Yayuk, bisa membaca salah satu doa yang diucapkan nabi Ayyub saat mendapatkan ujian bertubi tubi, mendapat sakit parah, hartanya habis, istrinya meninggalkan beliau. Allahummaghfir wa anta arhamurrohimin. Atau memperbanyak istighfar, tilawah, sholat, dll. intinya mendekatkan diri kepada Allah. Semoga ujian yang bertubi tubi dari Allah menjadi tanda Allah akan meningkatkan derajat keimanan kita. Aamiin.. yarabb

Penutup:

Alhamdulillah.. InshaAllah semua pertanyaan  sudah terjdwab geh ibu – ibu, Kajian kita yang perdana Alhamdulillah  disambut dengan antusias dan semoga memberi kita bekal untuk meningkatkan imunitas Iman pun tubuh kita.. Aamiin ya Rabbalamiin

Baiklah ibu-ibu dan teman teman muslimah.. Mari kita akhiri kajian kita kali ini dengan Istighfar, kemudian hamdalah  dan doa penutup majelis.. Subhaabakallahumma wabihamdika ashadu anlaa ilaaha illa anta astagfiruka wa atuubu ilaik.

Jazakumullah kahir ibu-ibu dna teman-teman muslimah seklaian, inshaAllah kita kembali berjumpa dlaam ruang WA yang sama di Jum’at berikutnya,,,

Wasalamualaikum Wr Wb

Keluarga Tetap Sehat di Era New Normal

 

Bismiilah…

Beberapa waktu yang lalu, Salimah Surakarta bekerjasama dengan Pocari Sweat menggelar program talkshow live ig bersama dr Randi Dwiyanto. Dalam perbincangan yang dipandu oleh pengurus Salimah, Irna Kartina tersebut kami membahas tentang tema yang sangat relevan dengan situasi yang sedang terjadi saat ini terutama bagi keluarga dan khususnya ibu-ibu muslimah yaitu Keluarga Tetap Sehat di Masa New Normal.

Artikel ini adalah rangkuman yang bisa kami berikan kepada muslimah dari perbincangan live IG selama satu jam kemarin. Silakan disimak semoga bermanfaat.

Masa pandemi adalah masa yang tidak satu orang pun menginginkan nya, namun tidak ada pilihan yang bisa dilakukan selain menghadapi dengan upaya menjaga diri dan keluarga. “Keluarga merupakan unit terkecil dari masyarakat, maka jika kita ingin menyehatkan masyarakat maka keluarga adalah titik awal brangkat yang tepat,” kata dr Randi.

Hal yang perlu dipahami menurut dr Randi adalah New Normal merupakan suatu keadaan beradaptasi dengan keadaan yang baru, namun kita belum terbiasa dengan keadaan tersebut. “Bisa juga diartikan dalam makna luas bahwa new normal adalah masa menyesuaikan diri dengan keadaan sekarang yang pandemi dengan gaya hidup yang mengikuti protokol kesehatan,” ujarnya.

Ada tiga hal yang bisa diupayakan (tips) dalam New Normal dalam pandemi ini :
1. Adaptasi baru dengan protokol kesehatan : tetap sehat dan terhindar dari resiko penyakit.

2. Tetap membudayakan PHBS, makanan gizi seimbang, minum air putih yg cukup, tidur harus cukup, dan berolahraga (dengan mempertimbangkan protokol kesehatan, seperti tetap menggunakan masker, tempat olah raga yang sepi /indoor). Bersabar untuk tidak melakukan olahraga Outdoor sampai keadaan benar-benar aman.

3. Menjaga hubungan dan interaksi dengan orang tercinta (quality time) dengan tetap mempertimbangkan jaga jarak dan mandi setelah beraktivitas di luar rumah, keep in touch dengan dunia maya.

Selain itu, memberikan pengertian kepada keluarga terkait dengan kodisi yang sedang terjadi termasuk tentang protokol kesehatan. Memberikan edukasi yang jelas kepada anggota keluarga, berarti melindungi keluarga kita secara tidak langsung.

Semoga seluruh keluarga kita terlindung dari virus covid-19 dan bisa terus kokoh hingga masa pandemi berakhir.

Wallohu’alam bi showab.