Cara Alloh Menguji Iman dan Imun Kita di Masa Pandemi

Notulensi Kelas Sabil@ WhatsApp

Hari, tanggal : Jumat, 24 Juli 2020

jam 15.30-17.00 WIB

Narasumber : Ustadzah Ori Nako

Moderator:

Bismillahirrahmanirrahim  ….Innalhamdalillah nahmaduhu wanasta’inuwanastaghfiruhu wana’udzubillahi min syuruuri anfusinaa wamin sayyiaati a’maalina. Man yahdillah falaa mudhillalahu wamai yudhillhu falaa haadiyalahu. Asyhadu Ala illaa haillahllah wa assahadu anna muhammdanrrosululllah..

Segala puji bagi Allah,  yang telah memberikan  nikmat islam dan iman sehingga kita bisa menjadi bagian dari kebaikan hari ini dalam menuntut ilmu..

Sholawat dan salam teruntuk nabiyullah Muhammad SAW, suri tauladan terbaik sepanjang masa,  semoga kita adalah umat yang akan mendapatkan syafaatnya.. Aamiin Allohumma Aamiin..

Yang kami hormati Ustadzah Orinako, Yang kami sayangi, ibu-ibu  dan teman-teman  muslimah yang shalihah ,..

Seperti yg kita ketahui  bersama, ini adalah kajian perdana kita,  maka izinkan saya menyampaikan kembali selamat datang /Ahlan wa sahlan  untuk ibu2 dan teman2 yang baru saja bergabung melalui link..

Semoga Allah berkahi tempat ini dan rahmat ilmu yg akan kita kaji

Selanjutnya  izinkan saya menyampaikan  susunan acara pada sore hari ini :

  • pembukaan
  • penyampaian materi
  • sesi diskusi
  • penutup

Tidak berpanjang  lebar.. Untuk acara pembukaan, mari kita buka kajian kita sore ini dengan sama-sama membaca basmallah  dan dilanjutkan  Al fatihah..

Alhamdulillah, Kajian kita kali ini akan diisi oleh seorang ustadzah yang mungkin sudah ada beberapa teman2 yang sudah mengenal beliau atau pernah mengikuti kajian beliau..

Beliau adalah ustadzah Orinako 😇, seorang ibu dari 2 putri, yang lahir pada 5 juni 1971,  dan saat ini beliau tinggal di Jln Bengawan Solo 37, Mojo, Pasar Kliwon,  Surakarta.

Beliau adalah:

  • ketua majelis Ta’lim Nur Karimah dan
  • ketua yayasan Insan Mulia Surakarta

Adapun  materi yang akan disampaikan pada hari ini adalah ” Cara Allah menguji Iman dan Imun kita di Era Pandemi. ” Selanjutnya, kami persilahkan kepada utadzah Orinako untuk menyampaikan materi kajian hari ini,,, monggo ustadzah waktu dan tempat kami persilahkan,,

Narasumber:

Asssalaamu’alaikum warohmatullahi wabarokatuh

Bismillahirrahmanirrahim. Ba’da tahmid dan salam. Salam kenal nggih ibu2 dan mbak2 sekalian. Smg semua dlm keadaan bahagia dan sehat selalu. Hari ini saya mendapat Amanah utk menyampaikan kajian dengan tema: Cara Allah Menguji iman dan imun kita di era pandemic.

Kalau kita baca surat 67: 2 tadi, kita akan paham bahwa sebenarnya hidup ini adalah ujian untuk kita. Al Quran menggambarkan bahwa setiap nabi mendapatkan ujiannya masing masing dengan berbagai bentuk. Bentuk bentuk ujian itu seperti yang Allah gambarkan dalam qs 2 : 155 bisa berupa kekurangan harta, jiwa, kelaparan dsb. Maka pandemi covid 19 ini pun harus kita yakini sebagai bentuk ujian dalam kehidupan.

Pandemi covid 19 adalah ujian dr Allah yg sangat unik karena mengenai hampir seluruh umat manusia di muka bumi, muslim kafir, tua muda, kaya miskin, semua kena efeknya dan efeknya yang bermula dari hanya di sisi kesehatan ternyata merambah ke berbagai sisi kehidupan, mulai dari sisi pendidikan, hubungan sosial diantara anggota keluarga dan masyarakat, ekonomi bahkan sampai ke sisi politik.

Kalau kita mau mengeluh, akan banyak sekali hal yang bisa kita keluhkan. Tapi Allah sudah memberikan resep kepada kita di dalam Al Quran ketika kita mendapatkan ujian. Di dalam QS 2: 155 lanjutan tentang bentuk ujian yang Allah berikan, Allah perintahkan kita bersabar untuk menghadapi ujian tersebut dan mengucapkan Inna lillahi wa inna ilaihi rojiun. Mengembalikan semua yang diberikan hanya kepada Allah

Ujian pandemi ini adalah ujian keimanan juga untuk kita . pertama ujian untuk meyakini bahwa ini memang takdir terbaik dari Allah. Berapa banyak kita melihat orang mengeluhkan, menyalahkan pandemi covid sebagai penyebab berbagai masalah. smg kita termasuk orang yang demikian karena itu berarti kita tidak mempercayai takdir Allah. Tugas kita adalah mencari hikmah yang sebanyak banyaknya dari musibah ini. Pandemik ini juga menguji kesabaran kita. Kita lihat saja banyak orang yang tidak sabar utk tetap ada di dalam rumah, atau tidak sabar dengan kondisi keuangan yang semakin melemah atau semakin tidak sabar dengan kondisi anak2 di rumah.

Ketawakkalan kita juga diuji. Bagaimana dengan kondisi yang semakin memburuk ini kita punya keyakinan penuh bahwa Allah akan menyelesaikan ujian ini, akan tetap menurunkan rizki ketika banyak pintu rizki kita ditutup.

Ibu2 dan mbak2 sekalian, seperti virus covid yang datang dan kemudian menyerang orang yang tidak punya imunitas dalam tubuh, maka saya mengajak diri saya dan penjenengan semua untuk meningkatkan imunitas keimanan kita agar kita bisa melewati ujian yang Allah berikan kepada kita. Wallahu a’lam bisshowab.Insya Allah ini yang bisa sampaikan

Tanya Jawab :

Q1 :

Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Saya Ibu Weni dari Karangasem Surakarta. Ada yang berpendapat bahwa virus covid 19 itu dibikin oleh manusia dari suatu negara dengan maksud dan tujuan tertentu. Menurut ustadzah, benarkah demikian? Ataukah virus ini memang dari Allah sebagai bentuk ujian akibat tingkah polah manusia yang sudah melampaui batas? Mohon penjelasannya. Jazakumullah.

A1 :

2 minggu lalu sy sempat ikut beberapa seminar ttg covid ini, sampai di kesimpulan sebenarnya virus ini sudah ada sejak lama, mungkin kita pernah dengan sars, mars, flu burung, covid ini bentukan lain dr virus tersebut. Munculnya di China pertama kali di pasar yang memang menjual berbagai macam binatang dan covid ini dari virus yang ada di kelelawar yang dijual disana.

Bahwa virus ini diberikan Allah sebagai bentuk ujian atas segala tingkah laku manusia adalah salah satu hikmah yang bisa kita ambil dari ujian ini. Mengaten bu atau mbak Weni.

Q2:

Njih Ust.. Materi ini boleh saya share ke grup lain ya Ust? Kebetulan saya punya grup pengajian remaja putri (FKRS Banyuanyar)

A2:

Monggo saya serahkan ke panitia. untuk saya pribadi tidak masalah. Barokallah mbak Ummik smg pengajian putrinya tetap eksis di tengah pandemi ini. Materi boleh dishare dengan tidak melakukan perubahan atau menghilangkan logo salimah njih mbak ummik. Semoga bermanfaat ilmunya

Q3:

  1. Bagaimana menghadapi anak yang aktif dan di lingkungan yang sebaya suka main
  2. Bagaimana meningkatkan kesabaran mendidik anak tantrum dan 3 balita

A3:

Alhamdulillah ketika kita punya anak yang aktif, artinya dia sehat. Asalkan protokol kesehatan ketika main dijalankan dan tidak berkerumun insya Allah tidak masalah. Dan yang paling penting ketika pulang segera mandi, ganti baju agar tidak virus yang masuk ke rumah kita. Untuk anak tantrum sepertinya butuh waktu dan pembahasan sendiri nggih bu Nitha karena ada banyak aspek yang perlu dibahas. Semoga Kajian Salimah suatu saat bisa memfasilitasinya.

Q4:

Ustadzah orinako.. bacaan apa yg shrusnya kita bca.. saat kita mndptkn ujian & cbaan yg bertubi tubi.. ?

A4:

Mbak Yayuk, bisa membaca salah satu doa yang diucapkan nabi Ayyub saat mendapatkan ujian bertubi tubi, mendapat sakit parah, hartanya habis, istrinya meninggalkan beliau. Allahummaghfir wa anta arhamurrohimin. Atau memperbanyak istighfar, tilawah, sholat, dll. intinya mendekatkan diri kepada Allah. Semoga ujian yang bertubi tubi dari Allah menjadi tanda Allah akan meningkatkan derajat keimanan kita. Aamiin.. yarabb

Penutup:

Alhamdulillah.. InshaAllah semua pertanyaan  sudah terjdwab geh ibu – ibu, Kajian kita yang perdana Alhamdulillah  disambut dengan antusias dan semoga memberi kita bekal untuk meningkatkan imunitas Iman pun tubuh kita.. Aamiin ya Rabbalamiin

Baiklah ibu-ibu dan teman teman muslimah.. Mari kita akhiri kajian kita kali ini dengan Istighfar, kemudian hamdalah  dan doa penutup majelis.. Subhaabakallahumma wabihamdika ashadu anlaa ilaaha illa anta astagfiruka wa atuubu ilaik.

Jazakumullah kahir ibu-ibu dna teman-teman muslimah seklaian, inshaAllah kita kembali berjumpa dlaam ruang WA yang sama di Jum’at berikutnya,,,

Wasalamualaikum Wr Wb

Muslimah Tangguh di Era Milenia

Di era kemajuan teknologi seperti saat ini, manusia dirasuki digitalisasi. Tak peduli usia. Tua, muda, remaja, anak-anak, hingga balita. Tak peduli masa. Pagi, siang, petang, malam, bahkan satu detik setelah terjaga. Pun, tak peduli di mana. Di kantor, di sekolah, di kantin, di kendaraan, di sawah, di kamar mandi, bahkan hingga menjelang shalat di masjid. Sayangnya, kebanyakan dari orang yang mengakses gadget ini menggunakan sosial media yang kurang bermanfaat untuk mengisi waktunya.

Keadaan ini diperparah dengan kondisi generasi muslim muda di Indonesia yang jauh dari kata baik. Pasalnya, mereka terlalu banyak mengadopsi budaya dari luar. Mereka hanyut dalam arus globalisasi dan lupa dari mana mereka berasal. Mulai dari cara berpakaian, tingkah laku, sopan santun seakan hilang bertahap dari jiwa muda muslim di Indonesia. Perlahan mereka meninggalkan budaya berpakaian Islam yang sopan dan lebih senang menggunakan budaya berpakaian dari Barat yang terkesan terbuka. Mereka beranggapan bahwa berpakaian Islam itu ketinggalan zaman dan berpakaian mengadopsi Barat menunjukkan modernitas.

Dengan masuknya berbagai informasi yang tidak terbendung, pola dan gaya hidup ikut berubah menjadi materialisme dan konsumerisme. Penilaian seseorang dilihat dari materi yang dimiikinya. Gaya dan penampilan lebih dipentingkan daripada yang lain, sehingga memaksa diri, hingga terkadang menghalalkan segala cara untuk mendapatkannya.

Ketua Presidium Indonesian Police Watch (IPW) Neta S Pane mengungkapkan, tingkat sadisme dan seks bebas di kalangan remaja Indonesia kian memprihatinkan, ditandai dengan makin tingginya angka pembuangan bayi di jalanan di sepanjang Januari 2018. “Ada 54 bayi dibuang di jalanan di Januari 2018. Pelaku umumnya wanita muda berusia antara 15 hingga 21 tahun.” Tidak hanya itu, kondisi Indonesia saat ini diwarnai dengan angka perceraian yang terus meningkat, bahkan ratusan ribu tiap tahunnya. Pada tahun 2016, terdapat 350.000 kasus perceraian di negara ini.

Peran Muslimah

Muslimah merupakan salah satu benteng Islam. Di pundak para muslimah, ada tanggung jawab besar untuk melindungi, mendidik, dan menjaga umat. Ada ungkapan yang mengatakan “Wanita adalah tiang negara, hancur atau majunya suatu negara tergantung bagaimana kondisi wanita yang ada di dalamnya”.

Apabila baik akhlak para wanitanya, maka baik pulalah negara itu. Dan apabila buruk perangainya, maka buruk dan hancurlah negara tersebut. Menghadapi realita yang ada sekarang, diperlukan sosok-sosok muslimah yang tangguh, yang dapat menjalankan peran yang diberikan Rabb padanya.

Pertanyaan yang muncul kemudian adalah bagaimanakah muslimah tangguh itu? Muslimah tangguh adalah muslimah yang kuat menghadapi berbagai tantangan hidup dan fitnah dunia, yang mampu menjaga diri dan hatinya, dengan berbekal iman dan akhlak mulia.

Bagaimana Cara Menjadi Muslimah Tangguh?

  1. Genggam erat iman kita, jaga ruhiyah kita, jaga rasa takut kita pada Allah SWT

Dari Abu Raihannah, ia berkata, “Kami keluar bersama Rasulullah SAW dalam satu peperangan. Kami mendengar beliau SAW bersabda, ‘Neraka diharamkan atas mata yang mengeluarkan air mata karena takut kepada Allah. Neraka diharamkan atas mata yang tidak tidur di jalan Allah.’” Abu Rahainah berkata, “Aku lupa yang ketiganya. Tapi setelahnya aku mendengar beliau bersabda, ‘Neraka diharamkan atas mata yang berpaling dari segala yang diharamkan Allah.’” ( HR. Ahmad, Al-Hakim dalam kitab Shahih-nya, disetujui oleh Adz-Dzahabi dan An-Nasai).

Takut dan menangis karena Allah SWT akan melapangkan hati kita dan menjadikan jiwa kita tenang, serta menjauhkan kita dari perkara-perkara yang diharamkan oleh Allah SWT. Muslimah…jaga hubungan kita dengan Allah, melalui ibadah-ibadah dan dzikir kita..

  1. Tutup aurat, dan hiasilah diri dengan rasa malu serta akhlak mulia                 An-Nuur :31

Katakanlah kepada wanita yang beriman: “Hendaklah mereka menahan pandangannya, dan memelihara kemaluannya, dan janganlah mereka menampakkan perhiasannya, kecuali yang (biasa) nampak daripadanya.

Dan hendaklah mereka menutupkan kain kudung ke dadanya, dan janganlah menampakkan perhiasannya, kecuali kepada suami mereka, atau ayah mereka, atau ayah suami mereka, atau putra-putra mereka, atau putra-putra suami mereka, atau saudara-saudara laki-laki mereka, atau putra-putra saudara laki-laki mereka, atau putra-putra saudara perempuan mereka, atau wanita-wanita Islam, atau budak-budak yang mereka miliki, atau pelayan-pelayan laki-laki yang tidak mempunyai keinginan (terhadap wanita) atau anak-anak yang belum mengerti tentang aurat wanita.

Dan janganlah mereka memukulkan kakinya agar diketahui perhiasan yang mereka sembunyikan.

Dan bertobatlah kamu sekalian kepada Allah, hai orang-orang yang beriman supaya kamu beruntung.                                                                                                                 

Al-Ahzab :59

Hai Nabi katakanlah kepada istri-istrimu, anak-anak perempuan mu dan istri-istri orang mukmin: “Hendaklah mereka mengulur kan jilbabnya ke seluruh tubuh mereka”. Yang demikian itu supaya mereka lebih mudah untuk dikenal, karena itu mereka tidak diganggu.Dan Allah adalah Maha pengampun lagi Maha penyayang….

Malu pada hakikatnya tidak mendatangkan sesuatu kecuali kebaikan.

Malu mengajak pemiliknya agar menghias diri dengan yang mulia dan menjauhkan diri dari sifat-sifat yang hina.Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,“Malu itu tidak mendatangkan sesuatu melainkan kebaikan semata-mata.” [Muttafaq ‘alaihi]

Malu Adalah Cabang Keimanan.
Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

“Iman memiliki lebih dari tujuh puluh atau enam puluh cabang. Cabang yang paling tinggi adalah perkataan ‘Lâ ilâha illallâh,’ dan yang paling rendah adalah menyingkirkan duri (gangguan) dari jalan. Dan malu adalah salah satu cabang Iman.”[5]

  1. Sabar dan ikhlas terhadap segala ketentuan Allah SWT

Keharusan bagi seorang muslim untuk selalu berbaik sangka kepada Allah SWT. Di antara tanda seorang seorang muslim berbaik sangka pada Allah SWT adalah mengharapkan rahmat, jalan keluar, ampunan dan pertolongan Allah SWT dalam setiap menemui ujian. Allah SWT memuji orang yang mengharapkan perkara-perkara tersebut seperti halnya Allah SWT memberikan pujian bagi orang yang takut pada Allah SWT.

 

“Sesungguhnya orang-orang yang beriman, orang-orang yang berhijrah dan berjihad di jalan Allah, mereka itu mengharapkan rahmat Allah, dan Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.” (TQS. Al-Baqarah [2]: 218).

Dengan senantiasa mengharapkan dan tidak berputus asa terhadap rahmat Allah SWT akan memberi energi positif pada diri kita karena setiap masalah pasti ada solusinya.

Sabar terhadap cobaan dan ridha terhadap ketentuan Allah SWT akan menuntun kita pada sikap konsisten untuk selalu berpegang teguh pada Kitabullah, bukan melemparkannya dengan dalih beratnya cobaan. Sabar seperti inilah yang akan semakin menambah kedekatan seorang hamba kepada Rabbnya.

“Dan sungguh akan Kami berikan cobaan kepadamu, dengan sedikit ketakutan, kelaparan, kekurangan harta, jiwa dan buah-buahan. Dan berikanlah berita gembira kepada orang-orang yang sabar, (yaitu) orang-orang yang apabila ditimpa musibah, mereka mengucapkan, ‘ Inna lillahi wa inna ilaihi raji’un’. Mereka itulah yang mendapat keberkatan yang sempurna dan rahmat dari Tuhan mereka, dan mereka itulah orang-orang yang mendapat petunjuk.” (TQS. Al-Baqarah[2]:155-157).

Wanita, jadikanlah dirimu tangguh dengan terus menerus belajar ikhlas untuk selalu mengharap ridla-Nya, karena saat kamu mampu bersifat ikhlas maka sudah tentu Allah akan selalu memberimu rahmat dan hidayah-Nya agar dirimu tetap dalam kebaikan-Nya.

  1. Teruslah belajar dan luaskan wawasan kita. Datangilah majelis-majelis ilmu,..

Rasul shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Barangsiapa yang Allah kehendaki kebaikan pada dirinya maka Allah akan pahamkan dia dalam urusan/ilmu agama.” (Muttafaq ‘alaih)”

Belajar dari siroh,.. Rasulullah, ummul mukminin, dan para sahabiyah..Khadijah ra, aisyah ra, fatimah az zahra, asma binti abu bakar, dll… yang bisa kita jadikan teladan dlm hidup

  1. Pilihlah teman dan lingkungan yang baik

Allah juga memerintahkan agar selalu bersama dengan orang-orang yang baik. Allah Ta’ala berfirman,“Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah, dan hendaklah kamu bersama orang-orang yang benar(jujur).” (QS. At Taubah: 119).

Berteman dengan Pemilik Minyak Misk

Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam mengajarkan kepada kita agar bersahabat dengan orang yang dapat memberikan kebaikan dan sering menasehati kita.

مَثَلُ الْجَلِيسِ الصَّالِحِ وَالْجَلِيسِ السَّوْءِ كَمَثَلِ صَاحِبِ الْمِسْكِ ، وَكِيرِ الْحَدَّادِ ، لاَ يَعْدَمُكَ مِنْ صَاحِبِ الْمِسْكِ إِمَّا تَشْتَرِيهِ ، أَوْ تَجِدُ رِيحَهُ ، وَكِيرُ الْحَدَّادِ يُحْرِقُ بَدَنَكَ أَوْ ثَوْبَكَ أَوْ تَجِدُ مِنْهُ رِيحًا خَبِيثَةً

Seseorang yang duduk (berteman) dengan orang sholih dan orang yang jelek adalah bagaikan berteman dengan pemilik minyak misk dan pandai besi. Jika engkau tidak dihadiahkan minyak misk olehnya, engkau bisa membeli darinya atau minimal dapat baunya. Adapun berteman dengan pandai besi, jika engkau tidak mendapati badan atau pakaianmu hangus terbakar, minimal engkau dapat baunya yang tidak enak.” (HR. Bukhari no. 2101, dari Abu Musa)

Dan karena untuk menjadi baik, dan istiqomah dalam kebaikan, dibutuhkan teman, dibutuhkan jamaah.

  1. Manfaatkan waktu dengan optimal, dan berperanlah.

Manfaatkan waktu dan umur yang diberikan Allah ini untuk kebaikan. Ibnu Qayyim Al Jauziyah berkata “ Jika dirimu tidak disibukkan dengan hal-hal yang baik, pasti akan disibukkan dengan hal-hal yag batil”.

Teknologi seperti pisau bermata dua. Kedua sisinya menawarkan manfaat atau mudharat, tergantung si penggunanya. Teknologi, gadget harus dimaknai sebagai peluang untuk ‘melejit’ sekaligus pemberat tabungan di hari penghitungan, kelak. Manfaatkan untuk hal yang positif.Mulailah mengambil peran di lingkungan sekitar kita, isi hari dengan mengumpulkan bekal untuk akhirat kita nanti.                                                                                                                                     Al Hasyr: 18 :

“Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah dan hendaklah setiap diri memperhatikan apa yang telah diperbuatnya untuk hari esok; dan bertakwalah kepada Allah, sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan.”

Wahai muslimah, jadilah muslimah yang tangguh,

Yang menjadikan ridho dan surga Allah satu-satunya tujuan

Yang menjadikan Allah satu-satunya sandaran

Yang menjadikan malu dan akhlakul karimah sebagai perhiasan

 

Yang tidak hanyut oleh hiruk pikuk dunia,

Yang menjadikan shalat dan sabar penolong pertamanya

Yang tidak membiarkan rayuan laki-laki bukan mahram mengganggu hari dan hatinya

Yang mengisi hari-harinya dengan taat dan takwa….

 

**Anita Indrasari, ST., M.Sc**

Pengurus Salimah Surakarta

 

Muslimah Melek Politik

Orang seringkali menganggap politik adalah sesuatu yang kotor. Apalagi bagi perempuan yang biasa berkutat dengan urusan rumah tangga saja, politik bukan ranah pikirnya. Perempuan lebih tertarik bicara tentang parenting (pengasuhan anak), harga-harga kebutuhan pokok di pasar, resep masakan, atau bahkan hal-hal lain yang dianggap tidak terkait dengan politik. Banyak perempuan yang belum menyadari bahwa itu semua sangat terkait dengan politik atau kebijakan negara dalam urusan tertentu. Semua yang terkait dengan kepentingan rakyat telah dipikirkan dan dibahas oleh pemerintah, sedangkan pemerintah adalah hasil dari pilihan politik rakyatnya.

Politik menurut KBBI berarti (1) pengetahuan mengenai ketatanegaraan atau kenegaraan, seperti tentang sistem pemerintahan, dasar pemerintahan, (2) segala urusan dan tindakan (kebijakan, siasat, dan sebagainya) mengenai pemerintahan negara atau terhadap negara lain, (3) cara bertindak (dalam menghadapi atau menangani suatu masalah), kebijakan. Jadi pengertian politik sangat luas, tidak terbatas pada pemilu anggota legislatif dan presiden, tapi mencakup segala kebijakan dalam suatu negara.

Karena Negara Kesatuan Republik Indonesia berdasar Pancasila dan UUD 945, maka segala sesuatu memang harus bersumber dari sana, termasuk sistem perpolitikan yang salah satunya adalah pemilu untuk memilih wakil rakyat ataupun presiden.Undang-undang dibuat oleh DPR, orang yang duduk di DPR kita pilih lewat pemilu. Mau tidak mau, kita harus ikut pemilu untuk memilih wakil kita. Di sinilah kadang ketidakjelasan itu bermula. Orang memilih wakil bukan berdasarkan visi misinya, tapi karena uang yang diberikan oleh caleg tsb. Jadilah yang maju duduk di DPR adalah orang-orang yang secara etika politik sangat kurang, tidak tanggap masalah, dan ‘potong kompas’ dalam penyelesaian masalah-masalah krusial.

Kita, perempuan Indonesia, harusnya terlibat dalam proses demokrasi itu. Bukan saja dari keterwakilan 30% caleg perempuan, tapi juga tingkat partisipasi perempuan pemilih. Harus ada gerakan kesadaran memilih bagi perempuan. Bahwa harga-harga kebutuhan pokok di pasar yang sering dikeluhkan ibu-ibu itu, adalah hasil dari politik. Bahwa tarif dasar listrik, harga BBM, tayangan-tayangan di televisi dan segala hal yang berkaitan dengan hajat hidup orang banyak, adalah hasil dari pilihan politik.

Lalu apa yang harus kita lakukan sebagai perempuan?

Tetap pekalah pada segala hal di sekitar kita, melihat fenomena atau permasalahan masyarakat dan berkontribusi untuk berperan sekecil apapun itu. Jika kita adalah ibu rumah tangga, peran mendidik anak dan melayani suami sebaik-baiknya adalah hal yang wajib ditunaikan. Meski demikian, kita harus tetap peduli pada persoalan masyarakat. Dalam PKK misalnya, berusaha memberikan usul demi kebaikan masyarakat atau menjaga kondusifitasnya

Jika kita adalah perempuan yang bekerja, profesionallah dalam pekerjaan, tetap lakukan tugas sebagai ibu yang baik untuk anak-anak dan keluarga. Kontribusi dalam masyarakat juga harus tetap dilakukan meskipun dalam lingkup yang paling sederhana. Manajemen waktu yang baik adalah solusi agar semua peran muslimah bisa dilakukan dengan baik.

Setelah itu, jadilah solusi dalam permasalahan masyarakat. Ide-ide kita, meskipun perempuan, adalah ide mewakili kaum perempuan yang bisa saja tidak dipahami kaum laki-laki. Kepekaan kita terhadap permasalahan masyarakat akan memunculkan solusi-solusi yang pas. Dalam permasalahan yang lebih besar, kita bisa mewakilkan suara kita pada caleg yang visi misinya kita pahami. Gunakan hak suara kita untuk memilih wakil di DPR sehingga yang terpilih duduk di sana adalah orang yang berkualitas, undang-undang yang dihasilkannya pun berkualitas.

Terakhir, dalam pestra demokrasi ini, hendaknya kita tetap santun dalam bermasyarakat (dunia nyata maupun dunia maya). Perbedaan pilihan politik adalah suatu hal yang biasa. Yang penting kita bisa saling menghormati pilihan orang lain, tidak saling menjelekkan dan menjatuhkan. Yang perlu terus disuarakan adalah kebaikan-kebaikan, caleg-caleg baik yang bisa dipilih, kegiatan-kegiatan positif yang berkesinambungan.

Salimah, sebagai organisasi massa muslimah yang konsen pada isu-isu perempuan, anak, dan keluarga Indonesia, mengajak muslimah Indonesia untuk menjaga stabilitas bangsa ini dengan ikut berpartisipasi politik. Wakil yang dipilih adalah orang-orang baik, maka rancangan undang-undang yang dihasilkan adalah undang-undang yang maslahat untuk umat. Mari melek politik!

NB. Materi disampaikan Ketua Salimah Solo, Rianna Wati, S.S., M.A. pada program Salimah On Radio di Radio Dakwah Syariah Solo tanggal 27 Januari 2019. Program On Air berlangsung setiap Ahad pukul 07.30-09.00 WIB