Keluarga Tetap Sehat di Era New Normal

 

Bismiilah…

Beberapa waktu yang lalu, Salimah Surakarta bekerjasama dengan Pocari Sweat menggelar program talkshow live ig bersama dr Randi Dwiyanto. Dalam perbincangan yang dipandu oleh pengurus Salimah, Irna Kartina tersebut kami membahas tentang tema yang sangat relevan dengan situasi yang sedang terjadi saat ini terutama bagi keluarga dan khususnya ibu-ibu muslimah yaitu Keluarga Tetap Sehat di Masa New Normal.

Artikel ini adalah rangkuman yang bisa kami berikan kepada muslimah dari perbincangan live IG selama satu jam kemarin. Silakan disimak semoga bermanfaat.

Masa pandemi adalah masa yang tidak satu orang pun menginginkan nya, namun tidak ada pilihan yang bisa dilakukan selain menghadapi dengan upaya menjaga diri dan keluarga. “Keluarga merupakan unit terkecil dari masyarakat, maka jika kita ingin menyehatkan masyarakat maka keluarga adalah titik awal brangkat yang tepat,” kata dr Randi.

Hal yang perlu dipahami menurut dr Randi adalah New Normal merupakan suatu keadaan beradaptasi dengan keadaan yang baru, namun kita belum terbiasa dengan keadaan tersebut. “Bisa juga diartikan dalam makna luas bahwa new normal adalah masa menyesuaikan diri dengan keadaan sekarang yang pandemi dengan gaya hidup yang mengikuti protokol kesehatan,” ujarnya.

Ada tiga hal yang bisa diupayakan (tips) dalam New Normal dalam pandemi ini :
1. Adaptasi baru dengan protokol kesehatan : tetap sehat dan terhindar dari resiko penyakit.

2. Tetap membudayakan PHBS, makanan gizi seimbang, minum air putih yg cukup, tidur harus cukup, dan berolahraga (dengan mempertimbangkan protokol kesehatan, seperti tetap menggunakan masker, tempat olah raga yang sepi /indoor). Bersabar untuk tidak melakukan olahraga Outdoor sampai keadaan benar-benar aman.

3. Menjaga hubungan dan interaksi dengan orang tercinta (quality time) dengan tetap mempertimbangkan jaga jarak dan mandi setelah beraktivitas di luar rumah, keep in touch dengan dunia maya.

Selain itu, memberikan pengertian kepada keluarga terkait dengan kodisi yang sedang terjadi termasuk tentang protokol kesehatan. Memberikan edukasi yang jelas kepada anggota keluarga, berarti melindungi keluarga kita secara tidak langsung.

Semoga seluruh keluarga kita terlindung dari virus covid-19 dan bisa terus kokoh hingga masa pandemi berakhir.

Wallohu’alam bi showab.

Saling Menguatkan, Salimah Surakarta Berbagi Sembako

“Nama saya Tari, suami saya pekerja bangunan yang sejak bulan Maret tidak memiliki pekerjaan, semua proyek dihentikan karena Corona. Untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari kami melakukan kerja serabutan. Saya kadang membantu membuat kandang burung di tetangga dengan gaji 30.000 per hari tapi tidak bisa selalu diharapkan. Semua kami lakukan supaya bisa makan dan membeli paket (data) untuk belajar online anak, bagi kami dananya (paket data) lumayan besar, apalagi tidak ada subsidi dari sekolah. Dalam kondisi sekarang yang terpenting bagi kami adalah bisa bertahan hidup.”

Ketua PD Salimah Surakarta, Rianna Wati MA (tengah, berdiri) berfoto bersama penerima donasi berupa Paket Sembako Keluarga dan masker pada penyerahan secara simbolis di Jebres, Minggu (10/5)

Kisah itu dituturkan oleh warga Mojosongo yang terkena dampak akibat merebaknya virus covid 19 di Solo. Tidak dapat dipungkiri, pandemi Corona ini membawa dampak di berbagai lini, termasuk pada perekonomian masyarakat terutama mereka yang ada di sektor marginal dan pekerja harian. Masih banyak masyarakat yang mengalami kondisi seperti Tari.
Keprihatinan dengan kondisi di atas serta didasari keinginan untuk saling menguatkan dan meringankan beban saudara menggerakkan pengurus Pimpinan Daerah (PD) Persaudaraan Muslimah (Salimah) Kota Surakarta menggalang donasi dalam program Salimah Berbagi yang dibagikan di beberapa daerah di Kota Solo, Minggu (10/5). Acara ini mendapat dukungan dari Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH) dan lembaga amil zakat Solo Peduli.
Ketua PD Salimah Kota Surakarta, Rianna Wati MA mengatakan bahwa pandemic ini ujian dari Allah. Banyaknya masyarakat yang terdampak mendorong keinginan untuk saling menolong. Tak lepas dari fitrah manusia sebagai makhluk sosial, maka ketika melihat sesamanya tertimpa musibah pasti muncul keinginan untuk membantu. “Begitupun Salimah yang sudah berdiri sejak tahun 2000. Melalui gerakan ini kami ingin mengajak semua untuk berbagi dan peduli dengan saudara-saudara kita,” kata dia.
Menurut Rian, sebagai ormas muslimah yang pedulipedulimuslimah, anak, dankeluarga Indonesia, Salimahmenyadaribahwa yang terdampak bukan hanya kepala keluarga, tapi semua anggota keluarga. “Karenanya, Salimah Surakarta yang mempunyai pengurus cabang di 5 kecamatan, memrioritaskan bantuan untuk ibu-ibu anggota majelis taklim Salimah terdampak covid. Semoga ini menjadi momentum bagi kita semua untuk lebih peduli dan mau berbagi.”
Pada program tersebut sebanyak 136 Paket Sembako Keluarga dan masker dibagikan kepada anggota Salimah yang ada di Jebres, Banjarsari dan Serengan.
Sementara itu, Ahmad Taufik, pengurus Masjid Al Barokah Mojosongo yang ikut menyaksikan penyerahan donasi secara simbolis menyatakan dukungannya pada program Salimah Berbagi. “Saya mewakili warga penerima Paket Sembako Keluarga sangat berterima kasih kepada semua pihak yang telah menyelenggarakan kegiatan ini. Sehingga ada ibu-ibu anggota majelis taklim yang hari ini tersenyum bahagia mendapatkan paket sembako dan masker,” ujarnya.
Tentu bantuan ini, menurut Taufik, sangat bermanfaat karena para penerima adalah mereka yang ekonominya terdampak akibat pandemi virus corona. “Semoga semua lembaga dan para donatur yang mendukung acara ini mendapatkan balasan berlimpah dari Allah Swt,” doanya