Cara Alloh Menguji Iman dan Imun Kita di Masa Pandemi

Notulensi Kelas Sabil@ WhatsApp

Hari, tanggal : Jumat, 24 Juli 2020

jam 15.30-17.00 WIB

Narasumber : Ustadzah Ori Nako

Moderator:

Bismillahirrahmanirrahim  ….Innalhamdalillah nahmaduhu wanasta’inuwanastaghfiruhu wana’udzubillahi min syuruuri anfusinaa wamin sayyiaati a’maalina. Man yahdillah falaa mudhillalahu wamai yudhillhu falaa haadiyalahu. Asyhadu Ala illaa haillahllah wa assahadu anna muhammdanrrosululllah..

Segala puji bagi Allah,  yang telah memberikan  nikmat islam dan iman sehingga kita bisa menjadi bagian dari kebaikan hari ini dalam menuntut ilmu..

Sholawat dan salam teruntuk nabiyullah Muhammad SAW, suri tauladan terbaik sepanjang masa,  semoga kita adalah umat yang akan mendapatkan syafaatnya.. Aamiin Allohumma Aamiin..

Yang kami hormati Ustadzah Orinako, Yang kami sayangi, ibu-ibu  dan teman-teman  muslimah yang shalihah ,..

Seperti yg kita ketahui  bersama, ini adalah kajian perdana kita,  maka izinkan saya menyampaikan kembali selamat datang /Ahlan wa sahlan  untuk ibu2 dan teman2 yang baru saja bergabung melalui link..

Semoga Allah berkahi tempat ini dan rahmat ilmu yg akan kita kaji

Selanjutnya  izinkan saya menyampaikan  susunan acara pada sore hari ini :

  • pembukaan
  • penyampaian materi
  • sesi diskusi
  • penutup

Tidak berpanjang  lebar.. Untuk acara pembukaan, mari kita buka kajian kita sore ini dengan sama-sama membaca basmallah  dan dilanjutkan  Al fatihah..

Alhamdulillah, Kajian kita kali ini akan diisi oleh seorang ustadzah yang mungkin sudah ada beberapa teman2 yang sudah mengenal beliau atau pernah mengikuti kajian beliau..

Beliau adalah ustadzah Orinako 😇, seorang ibu dari 2 putri, yang lahir pada 5 juni 1971,  dan saat ini beliau tinggal di Jln Bengawan Solo 37, Mojo, Pasar Kliwon,  Surakarta.

Beliau adalah:

  • ketua majelis Ta’lim Nur Karimah dan
  • ketua yayasan Insan Mulia Surakarta

Adapun  materi yang akan disampaikan pada hari ini adalah ” Cara Allah menguji Iman dan Imun kita di Era Pandemi. ” Selanjutnya, kami persilahkan kepada utadzah Orinako untuk menyampaikan materi kajian hari ini,,, monggo ustadzah waktu dan tempat kami persilahkan,,

Narasumber:

Asssalaamu’alaikum warohmatullahi wabarokatuh

Bismillahirrahmanirrahim. Ba’da tahmid dan salam. Salam kenal nggih ibu2 dan mbak2 sekalian. Smg semua dlm keadaan bahagia dan sehat selalu. Hari ini saya mendapat Amanah utk menyampaikan kajian dengan tema: Cara Allah Menguji iman dan imun kita di era pandemic.

Kalau kita baca surat 67: 2 tadi, kita akan paham bahwa sebenarnya hidup ini adalah ujian untuk kita. Al Quran menggambarkan bahwa setiap nabi mendapatkan ujiannya masing masing dengan berbagai bentuk. Bentuk bentuk ujian itu seperti yang Allah gambarkan dalam qs 2 : 155 bisa berupa kekurangan harta, jiwa, kelaparan dsb. Maka pandemi covid 19 ini pun harus kita yakini sebagai bentuk ujian dalam kehidupan.

Pandemi covid 19 adalah ujian dr Allah yg sangat unik karena mengenai hampir seluruh umat manusia di muka bumi, muslim kafir, tua muda, kaya miskin, semua kena efeknya dan efeknya yang bermula dari hanya di sisi kesehatan ternyata merambah ke berbagai sisi kehidupan, mulai dari sisi pendidikan, hubungan sosial diantara anggota keluarga dan masyarakat, ekonomi bahkan sampai ke sisi politik.

Kalau kita mau mengeluh, akan banyak sekali hal yang bisa kita keluhkan. Tapi Allah sudah memberikan resep kepada kita di dalam Al Quran ketika kita mendapatkan ujian. Di dalam QS 2: 155 lanjutan tentang bentuk ujian yang Allah berikan, Allah perintahkan kita bersabar untuk menghadapi ujian tersebut dan mengucapkan Inna lillahi wa inna ilaihi rojiun. Mengembalikan semua yang diberikan hanya kepada Allah

Ujian pandemi ini adalah ujian keimanan juga untuk kita . pertama ujian untuk meyakini bahwa ini memang takdir terbaik dari Allah. Berapa banyak kita melihat orang mengeluhkan, menyalahkan pandemi covid sebagai penyebab berbagai masalah. smg kita termasuk orang yang demikian karena itu berarti kita tidak mempercayai takdir Allah. Tugas kita adalah mencari hikmah yang sebanyak banyaknya dari musibah ini. Pandemik ini juga menguji kesabaran kita. Kita lihat saja banyak orang yang tidak sabar utk tetap ada di dalam rumah, atau tidak sabar dengan kondisi keuangan yang semakin melemah atau semakin tidak sabar dengan kondisi anak2 di rumah.

Ketawakkalan kita juga diuji. Bagaimana dengan kondisi yang semakin memburuk ini kita punya keyakinan penuh bahwa Allah akan menyelesaikan ujian ini, akan tetap menurunkan rizki ketika banyak pintu rizki kita ditutup.

Ibu2 dan mbak2 sekalian, seperti virus covid yang datang dan kemudian menyerang orang yang tidak punya imunitas dalam tubuh, maka saya mengajak diri saya dan penjenengan semua untuk meningkatkan imunitas keimanan kita agar kita bisa melewati ujian yang Allah berikan kepada kita. Wallahu a’lam bisshowab.Insya Allah ini yang bisa sampaikan

Tanya Jawab :

Q1 :

Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Saya Ibu Weni dari Karangasem Surakarta. Ada yang berpendapat bahwa virus covid 19 itu dibikin oleh manusia dari suatu negara dengan maksud dan tujuan tertentu. Menurut ustadzah, benarkah demikian? Ataukah virus ini memang dari Allah sebagai bentuk ujian akibat tingkah polah manusia yang sudah melampaui batas? Mohon penjelasannya. Jazakumullah.

A1 :

2 minggu lalu sy sempat ikut beberapa seminar ttg covid ini, sampai di kesimpulan sebenarnya virus ini sudah ada sejak lama, mungkin kita pernah dengan sars, mars, flu burung, covid ini bentukan lain dr virus tersebut. Munculnya di China pertama kali di pasar yang memang menjual berbagai macam binatang dan covid ini dari virus yang ada di kelelawar yang dijual disana.

Bahwa virus ini diberikan Allah sebagai bentuk ujian atas segala tingkah laku manusia adalah salah satu hikmah yang bisa kita ambil dari ujian ini. Mengaten bu atau mbak Weni.

Q2:

Njih Ust.. Materi ini boleh saya share ke grup lain ya Ust? Kebetulan saya punya grup pengajian remaja putri (FKRS Banyuanyar)

A2:

Monggo saya serahkan ke panitia. untuk saya pribadi tidak masalah. Barokallah mbak Ummik smg pengajian putrinya tetap eksis di tengah pandemi ini. Materi boleh dishare dengan tidak melakukan perubahan atau menghilangkan logo salimah njih mbak ummik. Semoga bermanfaat ilmunya

Q3:

  1. Bagaimana menghadapi anak yang aktif dan di lingkungan yang sebaya suka main
  2. Bagaimana meningkatkan kesabaran mendidik anak tantrum dan 3 balita

A3:

Alhamdulillah ketika kita punya anak yang aktif, artinya dia sehat. Asalkan protokol kesehatan ketika main dijalankan dan tidak berkerumun insya Allah tidak masalah. Dan yang paling penting ketika pulang segera mandi, ganti baju agar tidak virus yang masuk ke rumah kita. Untuk anak tantrum sepertinya butuh waktu dan pembahasan sendiri nggih bu Nitha karena ada banyak aspek yang perlu dibahas. Semoga Kajian Salimah suatu saat bisa memfasilitasinya.

Q4:

Ustadzah orinako.. bacaan apa yg shrusnya kita bca.. saat kita mndptkn ujian & cbaan yg bertubi tubi.. ?

A4:

Mbak Yayuk, bisa membaca salah satu doa yang diucapkan nabi Ayyub saat mendapatkan ujian bertubi tubi, mendapat sakit parah, hartanya habis, istrinya meninggalkan beliau. Allahummaghfir wa anta arhamurrohimin. Atau memperbanyak istighfar, tilawah, sholat, dll. intinya mendekatkan diri kepada Allah. Semoga ujian yang bertubi tubi dari Allah menjadi tanda Allah akan meningkatkan derajat keimanan kita. Aamiin.. yarabb

Penutup:

Alhamdulillah.. InshaAllah semua pertanyaan  sudah terjdwab geh ibu – ibu, Kajian kita yang perdana Alhamdulillah  disambut dengan antusias dan semoga memberi kita bekal untuk meningkatkan imunitas Iman pun tubuh kita.. Aamiin ya Rabbalamiin

Baiklah ibu-ibu dan teman teman muslimah.. Mari kita akhiri kajian kita kali ini dengan Istighfar, kemudian hamdalah  dan doa penutup majelis.. Subhaabakallahumma wabihamdika ashadu anlaa ilaaha illa anta astagfiruka wa atuubu ilaik.

Jazakumullah kahir ibu-ibu dna teman-teman muslimah seklaian, inshaAllah kita kembali berjumpa dlaam ruang WA yang sama di Jum’at berikutnya,,,

Wasalamualaikum Wr Wb

Keluarga Tetap Sehat di Era New Normal

 

Bismiilah…

Beberapa waktu yang lalu, Salimah Surakarta bekerjasama dengan Pocari Sweat menggelar program talkshow live ig bersama dr Randi Dwiyanto. Dalam perbincangan yang dipandu oleh pengurus Salimah, Irna Kartina tersebut kami membahas tentang tema yang sangat relevan dengan situasi yang sedang terjadi saat ini terutama bagi keluarga dan khususnya ibu-ibu muslimah yaitu Keluarga Tetap Sehat di Masa New Normal.

Artikel ini adalah rangkuman yang bisa kami berikan kepada muslimah dari perbincangan live IG selama satu jam kemarin. Silakan disimak semoga bermanfaat.

Masa pandemi adalah masa yang tidak satu orang pun menginginkan nya, namun tidak ada pilihan yang bisa dilakukan selain menghadapi dengan upaya menjaga diri dan keluarga. “Keluarga merupakan unit terkecil dari masyarakat, maka jika kita ingin menyehatkan masyarakat maka keluarga adalah titik awal brangkat yang tepat,” kata dr Randi.

Hal yang perlu dipahami menurut dr Randi adalah New Normal merupakan suatu keadaan beradaptasi dengan keadaan yang baru, namun kita belum terbiasa dengan keadaan tersebut. “Bisa juga diartikan dalam makna luas bahwa new normal adalah masa menyesuaikan diri dengan keadaan sekarang yang pandemi dengan gaya hidup yang mengikuti protokol kesehatan,” ujarnya.

Ada tiga hal yang bisa diupayakan (tips) dalam New Normal dalam pandemi ini :
1. Adaptasi baru dengan protokol kesehatan : tetap sehat dan terhindar dari resiko penyakit.

2. Tetap membudayakan PHBS, makanan gizi seimbang, minum air putih yg cukup, tidur harus cukup, dan berolahraga (dengan mempertimbangkan protokol kesehatan, seperti tetap menggunakan masker, tempat olah raga yang sepi /indoor). Bersabar untuk tidak melakukan olahraga Outdoor sampai keadaan benar-benar aman.

3. Menjaga hubungan dan interaksi dengan orang tercinta (quality time) dengan tetap mempertimbangkan jaga jarak dan mandi setelah beraktivitas di luar rumah, keep in touch dengan dunia maya.

Selain itu, memberikan pengertian kepada keluarga terkait dengan kodisi yang sedang terjadi termasuk tentang protokol kesehatan. Memberikan edukasi yang jelas kepada anggota keluarga, berarti melindungi keluarga kita secara tidak langsung.

Semoga seluruh keluarga kita terlindung dari virus covid-19 dan bisa terus kokoh hingga masa pandemi berakhir.

Wallohu’alam bi showab.

Saling Menguatkan, Salimah Surakarta Berbagi Sembako

“Nama saya Tari, suami saya pekerja bangunan yang sejak bulan Maret tidak memiliki pekerjaan, semua proyek dihentikan karena Corona. Untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari kami melakukan kerja serabutan. Saya kadang membantu membuat kandang burung di tetangga dengan gaji 30.000 per hari tapi tidak bisa selalu diharapkan. Semua kami lakukan supaya bisa makan dan membeli paket (data) untuk belajar online anak, bagi kami dananya (paket data) lumayan besar, apalagi tidak ada subsidi dari sekolah. Dalam kondisi sekarang yang terpenting bagi kami adalah bisa bertahan hidup.”

Ketua PD Salimah Surakarta, Rianna Wati MA (tengah, berdiri) berfoto bersama penerima donasi berupa Paket Sembako Keluarga dan masker pada penyerahan secara simbolis di Jebres, Minggu (10/5)

Kisah itu dituturkan oleh warga Mojosongo yang terkena dampak akibat merebaknya virus covid 19 di Solo. Tidak dapat dipungkiri, pandemi Corona ini membawa dampak di berbagai lini, termasuk pada perekonomian masyarakat terutama mereka yang ada di sektor marginal dan pekerja harian. Masih banyak masyarakat yang mengalami kondisi seperti Tari.
Keprihatinan dengan kondisi di atas serta didasari keinginan untuk saling menguatkan dan meringankan beban saudara menggerakkan pengurus Pimpinan Daerah (PD) Persaudaraan Muslimah (Salimah) Kota Surakarta menggalang donasi dalam program Salimah Berbagi yang dibagikan di beberapa daerah di Kota Solo, Minggu (10/5). Acara ini mendapat dukungan dari Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH) dan lembaga amil zakat Solo Peduli.
Ketua PD Salimah Kota Surakarta, Rianna Wati MA mengatakan bahwa pandemic ini ujian dari Allah. Banyaknya masyarakat yang terdampak mendorong keinginan untuk saling menolong. Tak lepas dari fitrah manusia sebagai makhluk sosial, maka ketika melihat sesamanya tertimpa musibah pasti muncul keinginan untuk membantu. “Begitupun Salimah yang sudah berdiri sejak tahun 2000. Melalui gerakan ini kami ingin mengajak semua untuk berbagi dan peduli dengan saudara-saudara kita,” kata dia.
Menurut Rian, sebagai ormas muslimah yang pedulipedulimuslimah, anak, dankeluarga Indonesia, Salimahmenyadaribahwa yang terdampak bukan hanya kepala keluarga, tapi semua anggota keluarga. “Karenanya, Salimah Surakarta yang mempunyai pengurus cabang di 5 kecamatan, memrioritaskan bantuan untuk ibu-ibu anggota majelis taklim Salimah terdampak covid. Semoga ini menjadi momentum bagi kita semua untuk lebih peduli dan mau berbagi.”
Pada program tersebut sebanyak 136 Paket Sembako Keluarga dan masker dibagikan kepada anggota Salimah yang ada di Jebres, Banjarsari dan Serengan.
Sementara itu, Ahmad Taufik, pengurus Masjid Al Barokah Mojosongo yang ikut menyaksikan penyerahan donasi secara simbolis menyatakan dukungannya pada program Salimah Berbagi. “Saya mewakili warga penerima Paket Sembako Keluarga sangat berterima kasih kepada semua pihak yang telah menyelenggarakan kegiatan ini. Sehingga ada ibu-ibu anggota majelis taklim yang hari ini tersenyum bahagia mendapatkan paket sembako dan masker,” ujarnya.
Tentu bantuan ini, menurut Taufik, sangat bermanfaat karena para penerima adalah mereka yang ekonominya terdampak akibat pandemi virus corona. “Semoga semua lembaga dan para donatur yang mendukung acara ini mendapatkan balasan berlimpah dari Allah Swt,” doanya

Inkossuma Salimah Gelar Raker Perdana

Peserta Rapat Kerja (Raker) Perdana dan Pelatihan Koperasi Syariah Inkossuma berfoto bersama setelah pembukaan acara di Hotel Amrani Syariah Solo, Jumat (26/9)

Induk Keluarga Kossuma Indonesia (Inkossuma) Salimah yang beranggotakan koperasi syariah serba usaha yang dikembangkan oleh Ormas  Persaudaraan Muslimah (Salimah) menggelar Rapat Kerja (Raker) Perdana dan Pelatihan Koperasi Syariah di Hotel Amrani Syariah Solo, Jumat-Ahad (27-29/9).

Acara diikuti sekitar 50 orang perwakilan Kossuma seluruh Indonesia, diantaranya dari Kossuma Wonogiri, Subang, Bekasi, Sukoharjo, Magelang, Nurul Islam Salatiga, Mandiri Sejahtera Grobogan, Karanganyar, Koperasi Syariah Sejahtera Indonesia (KSSI), Depok, Kendal, Karawang, Sleman, dan Daerah Istimewa Yogyakarta.

Ketua Pimpinan Pusat Salimah, Siti Faizah, ketika memberikan sambutan pada pembukaan acara menjelaskan Inkossuma merupakan salah satu Lembaga Kelengkapan Salimah (LKS) yang fokus pada dakwah di bidang ekonomi syariah. Inkossuma resmi berdiri 9 Maret 2019 dan kini beranggotakan 12 Kossuma. Raker kali ini diharapkan dapat menghasilkan program-program unggulan untuk kemajuan Inkossuma. “Secara keseluruhan ada 120 Kossuma di Indonesia. Harapannya maksimal tahun 2024, semua Kossuma sudah bergabung dengan Inkossuma,” jelasnya, Jumat (26/9).

Faizah memotivasi para peserta agar selalu semangat untuk berkiprah di bidang ekonomi. Hal itu merupakan bagian dari dakwah untuk mensyiarkan nilai-nilai Islam.

Siti Faizah juga menjelaskan, hingga September 2019, struktur Salimah sudah mencapai 2.540 struktur Salimah di seluruh Indonesia. Struktur tersebut meliputi pimpinan pusat, pimpinan wilayah, 392 pimpinan daerah, 1.619 pimpinan cabang, dan 495 ranting. Bahkan Salimah sudah memiliki cabang di luar negeri, yaitu di Hongkong dan Taiwan.

Faizah berharap sebelum muktamar Salimah pada Maret 2020, Salimah bisa berdiri di Turki, Inggris, dan Jepang. “Ini bagian dari realisasi Salimah sebagai ormas perempuan yg diterima dengan baik,” ujarnya.

Lebih lanjut Faizah menjelaskan persaudaraan dalam Islam memiliki beberapa komponen. Pertama, Allah sudah menjadikan kita menjadi satu komponen, satu kesatuan. Oleh karena itu walaupun berbeda suku, bahasa, budaya, sosial, kita semua diikat dengan ukhuwah islamiyah. Oleh karena itu Faizah berharap jaringan ukhuwah di Salimah tidak sampai terputus.

Makna persaudaraan kedua, lanjutnya, ukhuwah bermakna timbal balik, bahwa antara Inkossuma dan 120 Kossuma yang ada saat ini adalah satu kesatuan. Oleh karena itu seluruh pengurus dan anggota Salimah harus menyukseskan bagaimana Salimah menjadi ormas perempuan yg kokoh dan dinamis.

Sementara Ketua Inkossuma, Eko Sri Wahyuni S.E. M.Si., menjelaskan kegiatan Raker dan pelatihan diharapkan bisa meningkatkan kompetensi peserta dalam hal pengelolaan koperasi syariah. Harapan selanjutnya agar semua Kossuma akan menjadi lembaga keuangan yang kuat dan tangguh. []

Salimah Laweyan launching Teens Academy

Setelah libur panjang kenaikan kelas, anak-anak bersiap untuk kembali ke bangku sekolah. Sebelum balik ke sekolah, asyiknya nyimak kelas Teen Academy-nya Salimah Laweyan.

Ahad, 14 Juli 2019, bertempat di rumah Ibu Ambar, Kabangan, sebanyak 32 remaja putri hadir di acara Teen Academy. Mereka bukan saja remaja dari sekitar Kabangan, tapi juga dari Manahan. Ada juga yang jauh-jauh datang dari Sanggrahan dan Gatak Sukoharjo.

Menghadirkan Kak Asri Istiqomah, kajian yang dikemas secara apik ini membahas tentang bagaimana ber-media sosial yang bijak. Ya, mereka adalah remaja milenial, generasi alpha yang sangat lekat dengan internet. Hampir setiap anak memiliki gadget dan aktif ber-media sosial. Kak Asri mengupas dampak positif dan negatif internet buat remaja.

Selain membahas tentang gadget dan internet, Kak Asri juga menyelipkan pesan bagi penggemar K-popers. Adanya pergeseran perilaku K-popers membuat Kak Asri prihatin dan berpesan supaya remaja tidak terjebak pada fan-war.

Acara ini makin ramai dengan puluhan door prize yang disediakan oleh panitia. Peserta antusias dan ingin sekali acara seperti ini dirutinkan, minimal sebulan sekali. Kak Iffah ketua panitia menyatakan bahwa Salimah sebagai organisasi yang berkecimpung dalam dunia perempuan dan keluarga sangat peduli dengan kondisi remaja masa kini. Salah satu tujuan diadakannya Teen Academy ini untuk menyiapkan para remaja putri untuk menghadapi peran besarnya kelak kemudian hari, yakni menjadi ibu yang tangguh dan shalihah tentu saja.[]

Salimah Laweyan Berbagi Ceria Ramadhan

Berbagai kegiatan digelar menjelang datangnya bulan Ramadhan, seperti yang dilakukan pengurus Salimah Laweyan, Sabtu (4/5/2019). Mereka menggelar bakti sosial berupa pembagian sembako gratis untuk pra dhuafa di sekitar kecamatan Laweyan. Sebanyak 125 paket disiapkan dan untuk dhuafa yang berhak diberikan kupon atau girik.

Para penerima santunan ini tampak bergembira menerima paket sembako yang berisi beras, gula, teh, kecap, dan mie telur. Dalam sambutannya, Ketua Salimah Surakarta Rianna Wati mengingatkan peserta tentang keutamaan Ramadhan dan amalan unggulan yang bisa dilakukan siapapun.

Ketua Salimah Laweyan Muthmainnah Wahab berharap kegiatan yang sudah dilakukan rutin sebelum Ramadhan ini bisa terlaksana dengan baik. Paket sembako yang diberikan merupakan sumbangan dari banyak pihak. Ada yang menyumbangkan dana, ada juga yang menyumbang barang seperti beras. Dengan kegiatan ini diharapkan para dhuafa dapat merasakan kegembiraan menyambut datangnya Ramadhan. Marhaban ya Ramadhan. []

Humas Salimah

Intan Nurlaili

Sambut Ramadan, Muslimah Solo Kampanyekan Pola Makan Sehat

Dalam rangka menyambut datangnya bulan Ramadan 1440 H, Ormas Persaudaraan Muslimah (Salimah) bekerja sama dengan Forum Silaturrahim Lembaga Dakwah Kampus (FSLDK) Surakarta menggelar kampanye sambut Ramadan di area CFD Solo, Ahad (28/4). Bertempat di depan Halte Timuran, sejumlah muslimah yang mengenakan kostum tradisional khas Solo, yakni kebaya dan jarik, tampak menyapa pengunjung.
Mereka juga menjajakan makanan kepada pengunjung CFD yang menyempatkan mampir ke booth. Makanan yang dibagikan secara gratis tersebut meliputi lenjongan, snack khas Solo, dan aneka makanan pokok pengganti nasi seperti jagung, singkong, ubi, dan kacang. Yang menarik, makanan tersebut dibawakan dalam tenggok dan tampah, wadah makanan dari anyaman bambu.


Ketua Pengurus Daerah (PD) Salimah Surakarta Rianna Wati, SS. MA, mengatakan Salimah ingin menjadikan momentum Ramadan ini sekaligus sebagai aksi mengampanyekan pola hidup sehat. Salah satunya dengan cara mengajak masyarakat mengganti makanan pokoknya dengan selain nasi. “Hal ini terkait dengan dukungan Salimah pada program ketahanan pangan pemerintah dengan memberikan sosialisasi pengganti makanan pokok selain nasi,” kata dia.


Untuk memberikan edukasi tentang tema di atas, acara pagi ini juga diisi dengan langsung berbincang dengan pengunjung CFD tentang sehat memasuki ramadhan. “Muslimah mengemban fitrah sebagai ibu yang bertugas menerapkan pola hidup sehat di keluarga sehingga menjadi keluarga yang kokoh dan berkualitas. Melalui acara ini kita ingin membangun kesadaran para muslimah melalui edukasi yang kita berikan dalam orasi tersebut. Pesan dari muslimah untuk perempuan Solo pada khususnya dan Indonesia pada umumnya,” terang Rian.
Panitia juga membagikan jadwal imsakiyah kepada pengunjung CFD. Hal ini dilakukan agar masyarakat menyadari Ramadan akan segera datang dan dapat mempersiapkan Ramadan lebih baik lagi.

Surakarta, 28 April 2019
Humas Salimah Solo

Intan Nurlaili

Muslimah Melek Politik

Orang seringkali menganggap politik adalah sesuatu yang kotor. Apalagi bagi perempuan yang biasa berkutat dengan urusan rumah tangga saja, politik bukan ranah pikirnya. Perempuan lebih tertarik bicara tentang parenting (pengasuhan anak), harga-harga kebutuhan pokok di pasar, resep masakan, atau bahkan hal-hal lain yang dianggap tidak terkait dengan politik. Banyak perempuan yang belum menyadari bahwa itu semua sangat terkait dengan politik atau kebijakan negara dalam urusan tertentu. Semua yang terkait dengan kepentingan rakyat telah dipikirkan dan dibahas oleh pemerintah, sedangkan pemerintah adalah hasil dari pilihan politik rakyatnya.

Politik menurut KBBI berarti (1) pengetahuan mengenai ketatanegaraan atau kenegaraan, seperti tentang sistem pemerintahan, dasar pemerintahan, (2) segala urusan dan tindakan (kebijakan, siasat, dan sebagainya) mengenai pemerintahan negara atau terhadap negara lain, (3) cara bertindak (dalam menghadapi atau menangani suatu masalah), kebijakan. Jadi pengertian politik sangat luas, tidak terbatas pada pemilu anggota legislatif dan presiden, tapi mencakup segala kebijakan dalam suatu negara.

Karena Negara Kesatuan Republik Indonesia berdasar Pancasila dan UUD 945, maka segala sesuatu memang harus bersumber dari sana, termasuk sistem perpolitikan yang salah satunya adalah pemilu untuk memilih wakil rakyat ataupun presiden.Undang-undang dibuat oleh DPR, orang yang duduk di DPR kita pilih lewat pemilu. Mau tidak mau, kita harus ikut pemilu untuk memilih wakil kita. Di sinilah kadang ketidakjelasan itu bermula. Orang memilih wakil bukan berdasarkan visi misinya, tapi karena uang yang diberikan oleh caleg tsb. Jadilah yang maju duduk di DPR adalah orang-orang yang secara etika politik sangat kurang, tidak tanggap masalah, dan ‘potong kompas’ dalam penyelesaian masalah-masalah krusial.

Kita, perempuan Indonesia, harusnya terlibat dalam proses demokrasi itu. Bukan saja dari keterwakilan 30% caleg perempuan, tapi juga tingkat partisipasi perempuan pemilih. Harus ada gerakan kesadaran memilih bagi perempuan. Bahwa harga-harga kebutuhan pokok di pasar yang sering dikeluhkan ibu-ibu itu, adalah hasil dari politik. Bahwa tarif dasar listrik, harga BBM, tayangan-tayangan di televisi dan segala hal yang berkaitan dengan hajat hidup orang banyak, adalah hasil dari pilihan politik.

Lalu apa yang harus kita lakukan sebagai perempuan?

Tetap pekalah pada segala hal di sekitar kita, melihat fenomena atau permasalahan masyarakat dan berkontribusi untuk berperan sekecil apapun itu. Jika kita adalah ibu rumah tangga, peran mendidik anak dan melayani suami sebaik-baiknya adalah hal yang wajib ditunaikan. Meski demikian, kita harus tetap peduli pada persoalan masyarakat. Dalam PKK misalnya, berusaha memberikan usul demi kebaikan masyarakat atau menjaga kondusifitasnya

Jika kita adalah perempuan yang bekerja, profesionallah dalam pekerjaan, tetap lakukan tugas sebagai ibu yang baik untuk anak-anak dan keluarga. Kontribusi dalam masyarakat juga harus tetap dilakukan meskipun dalam lingkup yang paling sederhana. Manajemen waktu yang baik adalah solusi agar semua peran muslimah bisa dilakukan dengan baik.

Setelah itu, jadilah solusi dalam permasalahan masyarakat. Ide-ide kita, meskipun perempuan, adalah ide mewakili kaum perempuan yang bisa saja tidak dipahami kaum laki-laki. Kepekaan kita terhadap permasalahan masyarakat akan memunculkan solusi-solusi yang pas. Dalam permasalahan yang lebih besar, kita bisa mewakilkan suara kita pada caleg yang visi misinya kita pahami. Gunakan hak suara kita untuk memilih wakil di DPR sehingga yang terpilih duduk di sana adalah orang yang berkualitas, undang-undang yang dihasilkannya pun berkualitas.

Terakhir, dalam pestra demokrasi ini, hendaknya kita tetap santun dalam bermasyarakat (dunia nyata maupun dunia maya). Perbedaan pilihan politik adalah suatu hal yang biasa. Yang penting kita bisa saling menghormati pilihan orang lain, tidak saling menjelekkan dan menjatuhkan. Yang perlu terus disuarakan adalah kebaikan-kebaikan, caleg-caleg baik yang bisa dipilih, kegiatan-kegiatan positif yang berkesinambungan.

Salimah, sebagai organisasi massa muslimah yang konsen pada isu-isu perempuan, anak, dan keluarga Indonesia, mengajak muslimah Indonesia untuk menjaga stabilitas bangsa ini dengan ikut berpartisipasi politik. Wakil yang dipilih adalah orang-orang baik, maka rancangan undang-undang yang dihasilkan adalah undang-undang yang maslahat untuk umat. Mari melek politik!

NB. Materi disampaikan Ketua Salimah Solo, Rianna Wati, S.S., M.A. pada program Salimah On Radio di Radio Dakwah Syariah Solo tanggal 27 Januari 2019. Program On Air berlangsung setiap Ahad pukul 07.30-09.00 WIB

Kriteria Kebahagiaan Dunia

Suatu hari Rasulullah bertemu dengan salah seorang sahabat yang kondisinya sangat memprihatinkan sehingga mengundang perhatian Rasul sampai Rasul bertanya, mengapa kamu menjadi seperti ini? Orang tersebut menjawab dengan penuh percaya diri, bahwasanya dia menjadi seperti itu justru karena doanya. Doanya adalah : Ya Allah berilah saya kesengsaraan dunia dan jadikan kesengsaraan dunia sebagai indikator bahwa saya akan mendapat kebahagiaan akhirat. Mendengar jawaban itu Rasulullah hanya bersabda : inginkah aku tunjukkan doa yang lebih baik dari itu?

Lalu dari peristiwa ini turunlah Surat Al-Baqarah ayat 201 yang artinya : “Ya Allah berilah kami kebaikan di dunia dan kebaikan di akhirat dan peliharalah kami dari siksa neraka.”

Jadi Rasul lebih suka kita punya sebuah cara berfikir bahwa kita berusaha untuk mendapatkan kebahagiaan dunia dan akan mejadikan kebahagiaan dunia sebagai jembatan untuk mendapatkan kebahagiaan akhirat. Itu yang lebih disukai Rasululloh. Bahagia pun bukan hanya perkara harta, materi dan jabatan.

Menurut Ibnu Abbas salah seorang ulama tafsir di kalangan sahabat pernah menyebutkan bahwa yang dimaksud kebahagiaan dunia itu ada 6 yaitu :

1. Pasangan hidup yang sholeh
Pasangan hidup yang terdapat dalam Al-Quran dalam surat At-Tahrim disebutkan ada 3 macam pasangan hidup kita yaitu :
a) Tipe pasangan hidup Nabi Nuh
Nabi Nuh orang sholeh beliau diberi umur hampir 1.000 tahun dan hampir dari seluruh umurnya habis untuk dakwah, tapi ternyata istrinya sendiri yang termasuk menentang dakwahnya. Tipe suami sholih – istri tdk sholih.

b) Seperti Firaun
Kita kenal Firaun simbol kedzoliman dan ketakaburan. Apalagi ada 3 pencetus kesombongan yaitu : ilmu, kekayaan dan kekuasaan. 3 hal ini ada pada Firaun. Namun Firaun yang begitu dzolim dan takaburnya. Istrinya bernama Asiyah wanita sholihah. Tipe ini adalah istrinya taat beribadah namun sang suami jauh dari Allah.

c) Keluarga Imron
Imron adalah orang sholeh, punya istri sholeh, punya anak (Maryam) orang sholeh dan cucu (Nabi Isa) juga sholeh.

2. Anak yang jadi penyejuk hati

Anak bisa jadi surga dunia atau neraka dunia. Anak bisa mjd karunia atau ujian dr Allah. Maka, Wahai para orangtua didiklah anakmu dengan bekal dasar pendidikan agama.

3. Lingkungan yang baik
Kalau kita punya teman yang sholeh itu adalah kebahagiaan dunia. Tidak semua orang pintar/cerdas, arif dalam menghadapi persoalan. Tidak selamanya kecerdasan berbanding lurus dengan kebijaksanaan. Majelis taklim
bukan hanya sekedar ilmu, tapi mencari teman-teman dan lingkungan yang sholeh. Nabi bersabda: Siapa yang duduk di majelis taklim dan niatnya ikhlas maka malaikat akan memberi barokah kepada majelis itu dan langkah
yang dilakukan akan menjadi kifarah dosa-dosanya. Maka yang rumahnya jauh itu lebih bagus asal ikhlas.

4. Harta yang halal
Kalau yang menjadi paradigma kita atau tolak ukur kita itu harta yang banyak, hati-hati kita cenderung menghalalkan segala cara. Karena demi banyak itu. Tapi kalau tolak ukur kita itu harta yang halal insya Allah kita akan bekerja keras mencari yang halal. Sehingga bagaimanapun harta yang banyak itu akan memberikan kemudahan bagi
kita dalam ber-taqarub kepada Allah.

5. Keinginan untuk memahami Islam dan mau mengamalkan

Ada keinginan/semangat untuk memahami Islam itu patut disyukuri sebab tanpa keinginan yang kuat dan karunia Allah kita tidak mungkin hadir disini. Problem terbesar yang dihadapi umat Islam adalah banyak yang mengakui
dirinya muslim tapi tidak mau memahami Islam, dan mengamalkan islam. Bukti dari kita beriman adalah Amal Sholih kita, pengamalan kita terhadap nilai-nilai Islam.

6. Umur yang barokah
Nabi bersabda: Kalau kamu meninggal kamu akan mendengar derap kaki orang yang mengantarkan kamu itu pulang dan yang setia menemani adalah amal sholeh.

Makanya ukuran kebahagiaan dunia adalah bagaimana kita bisa mengisi hidup dengan kesholehan. Usia makin bertambah, kita juga makin sholeh.

Sebaik-baik manusia adalah yg berumur panjang dan baik amalnya, begitu sebaliknya seburuk buruk manusia yg panjang umurnya dan buruk amalnya.

Demikian isian kajian yang disampaikan oleh Ketua PC Salimah Serengan, Anies Zulaehah ketika mengisi Kajian Rutin Salimah di Masjid PLN Solo, Ahad, 11 November lalu.[]

Salimah Solo tebar 1.000 Hijab untuk Indonesia

Pengurus Daerah (PD) Persaudaraan Muslimah (Salimah) Solo bekerjama dengan Forum Silaturahmi Lembaga Dakwah Kampus (LDK) Soloraya menggelar acara Tebar 1.000 hijab untuk Indonesia di area car free day, Minggu (16/9). Event ini digelar sekaligus untuk memperingati Hari Hijab Internasional tanggal 4 September lalu.

Ketua PD Salimah Solo, Rianna Wati, mengatakan tebar hijab tersebut dilakukan kepada muslimah yang berada di area cfd pada pagi itu. “Dengan aksi ini Salimah berharap muslimah di Solo menjadikan hijab sebagai pilihan berbusana dan menjaga akhlaqul karimah dalam keseharian,” ujarnya.

Selain tebar hijab, acara pagi itu juga diisi dengan talkshow dari pengurus Salimah tentang kewajibab muslimah untuk menutup auratnya dan akhlaqul karimah. “Kami ingin berbagi inspirasi kepada semua muslimah tentang manfaat yang bisa diambil ketika muslimah menutup auratnya, peran muslimah dan upaya dalam menghadapi tantangan peegaulan di masyarakat,” kata Nur Aida, salah satu pengurus Salimah yang juga hadir pada acara tersebut.

Salimah adalah salah satu ormas perempuan indonesia yang peduli pada perempuan,anak dan keluarga dan tersebar di 33 privinsi, 346 kota/kabupaten.[]