Muslimah Tangguh di Era Milenia

Di era kemajuan teknologi seperti saat ini, manusia dirasuki digitalisasi. Tak peduli usia. Tua, muda, remaja, anak-anak, hingga balita. Tak peduli masa. Pagi, siang, petang, malam, bahkan satu detik setelah terjaga. Pun, tak peduli di mana. Di kantor, di sekolah, di kantin, di kendaraan, di sawah, di kamar mandi, bahkan hingga menjelang shalat di masjid. Sayangnya, kebanyakan dari orang yang mengakses gadget ini menggunakan sosial media yang kurang bermanfaat untuk mengisi waktunya.

Keadaan ini diperparah dengan kondisi generasi muslim muda di Indonesia yang jauh dari kata baik. Pasalnya, mereka terlalu banyak mengadopsi budaya dari luar. Mereka hanyut dalam arus globalisasi dan lupa dari mana mereka berasal. Mulai dari cara berpakaian, tingkah laku, sopan santun seakan hilang bertahap dari jiwa muda muslim di Indonesia. Perlahan mereka meninggalkan budaya berpakaian Islam yang sopan dan lebih senang menggunakan budaya berpakaian dari Barat yang terkesan terbuka. Mereka beranggapan bahwa berpakaian Islam itu ketinggalan zaman dan berpakaian mengadopsi Barat menunjukkan modernitas.

Dengan masuknya berbagai informasi yang tidak terbendung, pola dan gaya hidup ikut berubah menjadi materialisme dan konsumerisme. Penilaian seseorang dilihat dari materi yang dimiikinya. Gaya dan penampilan lebih dipentingkan daripada yang lain, sehingga memaksa diri, hingga terkadang menghalalkan segala cara untuk mendapatkannya.

Ketua Presidium Indonesian Police Watch (IPW) Neta S Pane mengungkapkan, tingkat sadisme dan seks bebas di kalangan remaja Indonesia kian memprihatinkan, ditandai dengan makin tingginya angka pembuangan bayi di jalanan di sepanjang Januari 2018. “Ada 54 bayi dibuang di jalanan di Januari 2018. Pelaku umumnya wanita muda berusia antara 15 hingga 21 tahun.” Tidak hanya itu, kondisi Indonesia saat ini diwarnai dengan angka perceraian yang terus meningkat, bahkan ratusan ribu tiap tahunnya. Pada tahun 2016, terdapat 350.000 kasus perceraian di negara ini.

Peran Muslimah

Muslimah merupakan salah satu benteng Islam. Di pundak para muslimah, ada tanggung jawab besar untuk melindungi, mendidik, dan menjaga umat. Ada ungkapan yang mengatakan “Wanita adalah tiang negara, hancur atau majunya suatu negara tergantung bagaimana kondisi wanita yang ada di dalamnya”.

Apabila baik akhlak para wanitanya, maka baik pulalah negara itu. Dan apabila buruk perangainya, maka buruk dan hancurlah negara tersebut. Menghadapi realita yang ada sekarang, diperlukan sosok-sosok muslimah yang tangguh, yang dapat menjalankan peran yang diberikan Rabb padanya.

Pertanyaan yang muncul kemudian adalah bagaimanakah muslimah tangguh itu? Muslimah tangguh adalah muslimah yang kuat menghadapi berbagai tantangan hidup dan fitnah dunia, yang mampu menjaga diri dan hatinya, dengan berbekal iman dan akhlak mulia.

Bagaimana Cara Menjadi Muslimah Tangguh?

  1. Genggam erat iman kita, jaga ruhiyah kita, jaga rasa takut kita pada Allah SWT

Dari Abu Raihannah, ia berkata, “Kami keluar bersama Rasulullah SAW dalam satu peperangan. Kami mendengar beliau SAW bersabda, ‘Neraka diharamkan atas mata yang mengeluarkan air mata karena takut kepada Allah. Neraka diharamkan atas mata yang tidak tidur di jalan Allah.’” Abu Rahainah berkata, “Aku lupa yang ketiganya. Tapi setelahnya aku mendengar beliau bersabda, ‘Neraka diharamkan atas mata yang berpaling dari segala yang diharamkan Allah.’” ( HR. Ahmad, Al-Hakim dalam kitab Shahih-nya, disetujui oleh Adz-Dzahabi dan An-Nasai).

Takut dan menangis karena Allah SWT akan melapangkan hati kita dan menjadikan jiwa kita tenang, serta menjauhkan kita dari perkara-perkara yang diharamkan oleh Allah SWT. Muslimah…jaga hubungan kita dengan Allah, melalui ibadah-ibadah dan dzikir kita..

  1. Tutup aurat, dan hiasilah diri dengan rasa malu serta akhlak mulia                 An-Nuur :31

Katakanlah kepada wanita yang beriman: “Hendaklah mereka menahan pandangannya, dan memelihara kemaluannya, dan janganlah mereka menampakkan perhiasannya, kecuali yang (biasa) nampak daripadanya.

Dan hendaklah mereka menutupkan kain kudung ke dadanya, dan janganlah menampakkan perhiasannya, kecuali kepada suami mereka, atau ayah mereka, atau ayah suami mereka, atau putra-putra mereka, atau putra-putra suami mereka, atau saudara-saudara laki-laki mereka, atau putra-putra saudara laki-laki mereka, atau putra-putra saudara perempuan mereka, atau wanita-wanita Islam, atau budak-budak yang mereka miliki, atau pelayan-pelayan laki-laki yang tidak mempunyai keinginan (terhadap wanita) atau anak-anak yang belum mengerti tentang aurat wanita.

Dan janganlah mereka memukulkan kakinya agar diketahui perhiasan yang mereka sembunyikan.

Dan bertobatlah kamu sekalian kepada Allah, hai orang-orang yang beriman supaya kamu beruntung.                                                                                                                 

Al-Ahzab :59

Hai Nabi katakanlah kepada istri-istrimu, anak-anak perempuan mu dan istri-istri orang mukmin: “Hendaklah mereka mengulur kan jilbabnya ke seluruh tubuh mereka”. Yang demikian itu supaya mereka lebih mudah untuk dikenal, karena itu mereka tidak diganggu.Dan Allah adalah Maha pengampun lagi Maha penyayang….

Malu pada hakikatnya tidak mendatangkan sesuatu kecuali kebaikan.

Malu mengajak pemiliknya agar menghias diri dengan yang mulia dan menjauhkan diri dari sifat-sifat yang hina.Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,“Malu itu tidak mendatangkan sesuatu melainkan kebaikan semata-mata.” [Muttafaq ‘alaihi]

Malu Adalah Cabang Keimanan.
Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

“Iman memiliki lebih dari tujuh puluh atau enam puluh cabang. Cabang yang paling tinggi adalah perkataan ‘Lâ ilâha illallâh,’ dan yang paling rendah adalah menyingkirkan duri (gangguan) dari jalan. Dan malu adalah salah satu cabang Iman.”[5]

  1. Sabar dan ikhlas terhadap segala ketentuan Allah SWT

Keharusan bagi seorang muslim untuk selalu berbaik sangka kepada Allah SWT. Di antara tanda seorang seorang muslim berbaik sangka pada Allah SWT adalah mengharapkan rahmat, jalan keluar, ampunan dan pertolongan Allah SWT dalam setiap menemui ujian. Allah SWT memuji orang yang mengharapkan perkara-perkara tersebut seperti halnya Allah SWT memberikan pujian bagi orang yang takut pada Allah SWT.

 

“Sesungguhnya orang-orang yang beriman, orang-orang yang berhijrah dan berjihad di jalan Allah, mereka itu mengharapkan rahmat Allah, dan Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.” (TQS. Al-Baqarah [2]: 218).

Dengan senantiasa mengharapkan dan tidak berputus asa terhadap rahmat Allah SWT akan memberi energi positif pada diri kita karena setiap masalah pasti ada solusinya.

Sabar terhadap cobaan dan ridha terhadap ketentuan Allah SWT akan menuntun kita pada sikap konsisten untuk selalu berpegang teguh pada Kitabullah, bukan melemparkannya dengan dalih beratnya cobaan. Sabar seperti inilah yang akan semakin menambah kedekatan seorang hamba kepada Rabbnya.

“Dan sungguh akan Kami berikan cobaan kepadamu, dengan sedikit ketakutan, kelaparan, kekurangan harta, jiwa dan buah-buahan. Dan berikanlah berita gembira kepada orang-orang yang sabar, (yaitu) orang-orang yang apabila ditimpa musibah, mereka mengucapkan, ‘ Inna lillahi wa inna ilaihi raji’un’. Mereka itulah yang mendapat keberkatan yang sempurna dan rahmat dari Tuhan mereka, dan mereka itulah orang-orang yang mendapat petunjuk.” (TQS. Al-Baqarah[2]:155-157).

Wanita, jadikanlah dirimu tangguh dengan terus menerus belajar ikhlas untuk selalu mengharap ridla-Nya, karena saat kamu mampu bersifat ikhlas maka sudah tentu Allah akan selalu memberimu rahmat dan hidayah-Nya agar dirimu tetap dalam kebaikan-Nya.

  1. Teruslah belajar dan luaskan wawasan kita. Datangilah majelis-majelis ilmu,..

Rasul shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Barangsiapa yang Allah kehendaki kebaikan pada dirinya maka Allah akan pahamkan dia dalam urusan/ilmu agama.” (Muttafaq ‘alaih)”

Belajar dari siroh,.. Rasulullah, ummul mukminin, dan para sahabiyah..Khadijah ra, aisyah ra, fatimah az zahra, asma binti abu bakar, dll… yang bisa kita jadikan teladan dlm hidup

  1. Pilihlah teman dan lingkungan yang baik

Allah juga memerintahkan agar selalu bersama dengan orang-orang yang baik. Allah Ta’ala berfirman,“Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah, dan hendaklah kamu bersama orang-orang yang benar(jujur).” (QS. At Taubah: 119).

Berteman dengan Pemilik Minyak Misk

Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam mengajarkan kepada kita agar bersahabat dengan orang yang dapat memberikan kebaikan dan sering menasehati kita.

مَثَلُ الْجَلِيسِ الصَّالِحِ وَالْجَلِيسِ السَّوْءِ كَمَثَلِ صَاحِبِ الْمِسْكِ ، وَكِيرِ الْحَدَّادِ ، لاَ يَعْدَمُكَ مِنْ صَاحِبِ الْمِسْكِ إِمَّا تَشْتَرِيهِ ، أَوْ تَجِدُ رِيحَهُ ، وَكِيرُ الْحَدَّادِ يُحْرِقُ بَدَنَكَ أَوْ ثَوْبَكَ أَوْ تَجِدُ مِنْهُ رِيحًا خَبِيثَةً

Seseorang yang duduk (berteman) dengan orang sholih dan orang yang jelek adalah bagaikan berteman dengan pemilik minyak misk dan pandai besi. Jika engkau tidak dihadiahkan minyak misk olehnya, engkau bisa membeli darinya atau minimal dapat baunya. Adapun berteman dengan pandai besi, jika engkau tidak mendapati badan atau pakaianmu hangus terbakar, minimal engkau dapat baunya yang tidak enak.” (HR. Bukhari no. 2101, dari Abu Musa)

Dan karena untuk menjadi baik, dan istiqomah dalam kebaikan, dibutuhkan teman, dibutuhkan jamaah.

  1. Manfaatkan waktu dengan optimal, dan berperanlah.

Manfaatkan waktu dan umur yang diberikan Allah ini untuk kebaikan. Ibnu Qayyim Al Jauziyah berkata “ Jika dirimu tidak disibukkan dengan hal-hal yang baik, pasti akan disibukkan dengan hal-hal yag batil”.

Teknologi seperti pisau bermata dua. Kedua sisinya menawarkan manfaat atau mudharat, tergantung si penggunanya. Teknologi, gadget harus dimaknai sebagai peluang untuk ‘melejit’ sekaligus pemberat tabungan di hari penghitungan, kelak. Manfaatkan untuk hal yang positif.Mulailah mengambil peran di lingkungan sekitar kita, isi hari dengan mengumpulkan bekal untuk akhirat kita nanti.                                                                                                                                     Al Hasyr: 18 :

“Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah dan hendaklah setiap diri memperhatikan apa yang telah diperbuatnya untuk hari esok; dan bertakwalah kepada Allah, sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan.”

Wahai muslimah, jadilah muslimah yang tangguh,

Yang menjadikan ridho dan surga Allah satu-satunya tujuan

Yang menjadikan Allah satu-satunya sandaran

Yang menjadikan malu dan akhlakul karimah sebagai perhiasan

 

Yang tidak hanyut oleh hiruk pikuk dunia,

Yang menjadikan shalat dan sabar penolong pertamanya

Yang tidak membiarkan rayuan laki-laki bukan mahram mengganggu hari dan hatinya

Yang mengisi hari-harinya dengan taat dan takwa….

 

**Anita Indrasari, ST., M.Sc**

Pengurus Salimah Surakarta

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *