Persiapan Pernikahan

PERNIKAHAN seperti yang disampaikan Cahyadi Takariawan “Pernik-pernik Rumah Tangga Islami”  berarti mempertemukan kepentingan-kepentingan dan bukan mempertentangkannya. Menikah adalah peristiwa fitrah, fiqhiyah, dakwah, tarbiyah, sosial dan budaya. Fitrah artinya pernikahan merupakan salah satu sarana mengekspresikan sifat-sifat dasar kemanusiaan (yakni kecenderungan terhadap lawan jenis). Fiqhiyah artinya pernikahan memiliki sejumlah aturan fikih yang jelas (dari proses pembentukan keluarga, setelah terbentuknya keluarga, permasalahan dan solusinya). Dakwah artinya pernikahan merupakan pengkabaran tentang jati diri Islam kepada masyarakat. Tarbiyah artinya dengan pernikahan, akan menguatkan sisi-sisi kebaikan individual dari laki-laki dan perempuan yang menikah tersebut, jadi bareng-bareng gitu. Sosial artinya dengan pernikahan, terhubungkanlah 2 keluarga besar pihak laki-laki dan perempuan. Budaya artinya dengan pernikahan, terbaurkanlah 2 latar budaya yang tidak mesti sama dari kedua belah pihak

KESIAPAN adalah perpaduan harmonis antara pekerjaan akal, hati dan anggota tubuh. Tidaklah seseorang dikatakan siap melakukan sesuatu sebelum akal, hati, dan anggota tubuhnya menyatakan kesangggupan.

Hadits-hadits Rasulullah:

“Apabila seseorang melaksanakan pernikahan, berarti telah menyempurnakan separuh agamanya, maka hendakalah ia menjaga separuh yang lain dengan bertaqwa kepada Allah”

“Menikah adalah sunnahku, maka barangsiapa tidak suka dengan sunnahku, ia bukan termasuk golonganku.”

“Menikahlah, karena akau akan membanggakan jumlahmu yang banyak di hari akhir nanti.”

“Wahai para pemuda, barangsiapa telah mampu di antara kalian, hendaklah melaksanakan pernikahan, karena ia dapat menundukkan pandangan dan menjaga kemaluan (kehormatan).”

“Carilah kekayaan dan rizki melalui pernikahan”

“Dan kawinkanlah orang-orang yang sendirian diantara kamu, dan orang-orang yang layak (berkawin) dari hamba-hamba sahayamu yang lelaki dan hamba-hamba sahayamu yang perempuan. Jika mereka miskin Allah akan memampukan mereka dengan kurnia-Nya. Dan Allah Maha luas (pemberian-Nya) lagi Maha Mengetahui.”
(QS An Nuur 24:32)

Di jalan dakwah hendaknya kita menikah. Jalan para nabi dan syuhada, jalan orang-orang shalih, jalan para ahli syurga. Jalan ini menawarkan kelurusan orientasi, bahwa pernikahan adalah ibadah.
Bahwa berkeluarga adalah salah satu tahapan dakwah untuk menegakkan kedaulatan di muka bumi Allah SWT.

Bahagia itu adalah kosakata ruhani, dengan demikian sesungguhnya ia tak akan dicapai dengan jalan materi. Ia hanya dicapai dengan jalan ruhani. Materi tak akan pernah bisa memuaskan nafsu manusia, berapapun banyaknya. Kebahagiaan itu letaknya di hati yang mampu mensyukuri seluruh nikmat yang Allah berikan. Pada jiwa yang senantiasa mendambakan keridhaan Allah, pada pikiran yang senantiasa tersibghah dalam kebenaran. Kebahagiaan itu bersumber dari: keimanan yang mendalam, ketundukan yang tulus atas ketentuan Allah, kelapangan hati dalam menerima perintah dan larangan Nya.

PERSIAPAN DIRI MENJELANG PERNIKAHAN

1.Persiapan MORAL & SPIRITUAL

Artinya: mantapnya niat. Siap dengan segala konsekuensi dan resiko. Persiapan moral dengan: (1) meningkatkan  pengetahuan agama, (2) perbaikan diri secara kontinyu, (3) jadikan diri cinta beramal shalih dan ihsan. Sedangkan secara spiritual: (1) meningkatkan ibadah wajib dan sunnah, (2) berdoa kepada Allah agar diberi kekuatan dan kemantapan hati, dan (3) istighfar, mohon ampun, taubat

2.Persiapan KONSEPSIONAL

Artinya: menguasai hukum etika, aturan dan pernik-pernik pernikahan serta rumah tangga. Cara mempersiapkannya dengan banyak belajar, pembekalan pernikahan, belajar tentang fiqh yang berkaitan dengan kerumahtanggaan seperti fiqh thaharah, fiqh berhubungan suami istri, pengasuhan anak, dll.

3.Persiapan FISIK

Artinya: sehat jasmani, rajin olahraga, sehat dan bugar. Caranya; hidup teratur, makan seimbang dan bergizi, cukup istirahat, olahraga teratur. Perempuan menyiapkan rahimnya untuk melahirkan bayi-bayi sehat, jangan banyak makan makanan instan. Ayah dan ibu yang sehat bisa membersamai tumbuh kembang anaknya hingga dewasa.

4.Persiapan MATERIAL

Materi merupakan salah satu sarana ibadah kepada Allah. Kesiapan pihak laki-laki untuk menafkahi dan kesiapan pihak perempuan untuk mengelola keuangan keluarga. Setiap muslim hendaknya memiliki optimisme tinggi untuk bisa mendapatkan karunia dari Allah berupa rizki. Sepanjang mereka mau berusaha, melakukan sesuatu untuk kehidupan, jalan-jalan kemudahan itu akan datang. Yang penting adalah etos kerja dari pihak laki-laki untuk berusaha mencari nafkah dengan seluruh kemampuan yang dimiliki.

5.Persiapan SOSIAL

Artinya: membiasakan diri terlibat dalam kegiatan kemasyarakatan. Istri telah menjadi tanggung jawab suami sehingga harus menjaga izzah/harga diri suami dalam bersosialisasi. Berbaur dengan masyarakat tapi tidak lebur, mempunyai prinsip-prinsip Islam yang tetap harus dijaga. Dakwah masyarakat dengan berkontribusi terlibat. (End)

Materi ini disampaikan oleh Ketua Salimah Surakarta, Rianna Wati SS MA pada program on air “Salimah On Radio” bekerjasama dengan RDS FM. Program ini mengudara setiap hari Ahad, jam 07.30 WIB.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *